Damandiri Turut Bina Karakter Simpan Pinjam Warga

MINGGU, 15 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Posdaya Durian binaan Yayasan Damandiri di Jalan H. Khair RW04 Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel) berawal dari perkumpulan Ibu PKK RW04. Berawal dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Pancasila yang melakukan pembinaan bagi para ibu PKK dan mereferensikan mereka kepada Yayasan Damandiri untuk dijadikan Posdaya atau Pos Pemberdayaan Keluarga sejak 2015 hingga sekarang.
Darsih Trisman, Bendahara dan Tabur Puja Posdaya Durian

Bersamaan dengan itu, LPPM kembali masuk ke Posdaya Durian melalui Universitas Trilogi untuk mensosialisasikan sekaligus melatih Program simpan pinjam Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera) milik Yayasan Damandiri. Sejak itulah, Tabur Puja mulai menyentuh warga RW04 Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Walau Tabur Puja masih terhitung baru disosialisasikan, namun perjalanan menuju Posdaya Tabur Puja Mandiri mulai dilakukan. Gerak cepat Tabur Puja Yayasan Damandiri untuk segera menyentuh tatanan akar rumput di masyarakat terhitung cepat. Pertambahan anggota Tabur Puja Posdaya Durian bertambah banyak. Berawal dari 10 orang, meningkat jadi 15 orang, sampai Januari 2017 sudah menyentuh angka 95 orang anggota Tabur Puja aktif. 
“ Kamis minggu depan ada pencairan dana pinjaman modal usaha bagi 10 orang anggota baru Tabur Puja Posdaya Durian. Jika diakumulasi, total anggota Tabur Puja aktif Posdaya Durian sudah 105 orang anggota,” ungkap Darsih Trisman, Ketua RT06, RW04 merangkap Bendahara Posdaya Durian dan Kasir Tabur Puja kepada Cendana News.
Jumlah pinjaman masing-masing anggota antara satu hingga tiga juta rupiah. Dari sinilah bermunculan pelaku-pelaku industri kreatif mikro Posdaya Durian. Sebut saja Ibu Atidjah pedagang busana muslim keliling, Ibu Nini pengrajin keripik dan masih banyak ibu-ibu rumah tangga lainnya yang diberdayakan menjadi pelaku industri kreatif melalui Tabur Puja. Bahkan Darsih sendiri sudah tersentuh Tabur Puja dan kerap membuat kue-kue basah tradisional maupun melayani pemesanan katering. Semua dilakukan Darsih dari rumah, dibantu anak, suami dan sanak saudara yang ada.
Pembayaran cicilan para anggota Tabur Puja juga terpantau lancar. Baik pengurus maupun Asisten Kredit (AK) Tabur Puja yang bertugas di Posdaya Durian selalu bersinergi dan berkoordinasi dalam segala hal menyangkut kelancaran Tabur Puja. Mereka berusaha agar tetap selektif memilih calon peminjam. Dengan demikian, jika sudah terbiasa dalam bersinergi, apapun masalah yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan.
“ Maju atau mundurnya usaha memang tidak bisa ditebak, namun jika seseorang rajin, pasti berkembang usahanya. Dalam konteks simpan pinjam ada faktor lain untuk dijadikan acuan akan lancar atau tidaknya cicilan seseorang, yaitu karakter dari orang itu sendiri. Ibu Atidjah karakternya baik dalam membina hubungan dengan lembaga keuangan, sehingga walaupun usahanya perlahan tapi perkembangannya pasti. Buktinya ia bisa mencicil dengan baik dan sudah masuk pinjaman putaran ketiga sekarang,” jelas Darsih lagi.
Artinya, dengan keuletan seseorang, ditambah karakter dari orang tersebut yang mengedepankan itikad baik, Tabur Puja Yayasan Damandiri bisa berjalan dengan semestinya sesuai visi dan misi, yaitu bersama-sama secara bergotong royong memberdayakan diri sendiri dan masyarakat menuju keberhasilan secara ekonomi. Jadi dengan Tabur Puja, anggota juga dapat belajar bagaimana menumbuhkan karakter menjadi rekanan simpan pinjam yang baik.
“ Mengurus atau mengatur keuangan itu sulit. Namun jika dilandasi kejujuran, keuletan dan itikad baik, semua bisa terlaksana dengan semestinya. Hal itu yang terus kami tekankan kepada para anggota Posdaya Durian, khususnya bagi mereka yang ikut Tabur Puja,” Sumarti Bambang, Ketua Posdaya Durian melengkapi pernyataan Darsih.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...