Damandiri Berdayakan ‘Telaga Tak Bertuan’ Menjadi Kolam Ikan Warga

MINGGU, 15 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Memberdayakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Demikian cara unik Posdaya Kenanga Setu, RW05 Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur binaan Yayasan Damandiri untuk menggerakkan Kebun Bergizi.
Kolam ikan bersama di Posdaya Kenanga Setu, RW05 Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur
Satu lagi program brilian yang mengemuka, memberdayakan sebuah telaga tak bertuan sebagai kolam ikan bersama milik warga. Awalnya sekitar 10 tahun lalu, daerah sekitar perumahan mewah Kavling Kowilhan (Komando Wilayah Pertahanan), Setu Cipayung, Jakarta Timur, kerap dilanda banjir. Karena letaknya di tengah pemukiman, cukup sulit bagi warga untuk membuat sodetan untuk mengalihkan air.
Timbul ide untuk menggali tanah kosong di tengah pemukiman untuk menampung air saat banjir datang. Lama kelamaan, penampungan semakin besar dan ketika hujan datang kubik air semakin bertambah. Kemudian, timbul ide lagi dari pengurus Posdaya Setu Cipayung untuk memberdayakan kubangan yang berubah menjadi ‘telaga tak bertuan’ tersebut menjadi Kolam ikan konsumsi warga setempat.
Rencana tersebut mulai dijalankan setiap acara peringatan Kemerdekaan RI atau akrab disebut masyarakat dengan ‘agustusan’. Pengurus Posdaya bersama seluruh RW dan RT di wilayah Kelurahan Setu menggelar acara mancing, menangkap bebek sampai pukul bantal di atas kolam. Sebelum acara berlangsung, para donatur warga tingkat sejahtera plus di wilayah Kavling Kowilhan dihimpun untuk membantu dana penebaran beragam jenis ikan seperti patin, nila, mujair, lele, bawal dan ikan mas ke dalam kolam. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, antara 200-300 ekor ikan setiap jenisnya.
“ Setiap tahun selalu seperti itu, dan secara alami ikan-ikan bertambah besar. Lalu satu persatu warga mulai memanfaatkan ikan di kolam ini untuk dikonsumsi atau sekedar melepas penat dengan memancing di sini,” kenang Akustika Widiastuti, Ketua Posdaya Kenanga Setu, yang sudah 17 tahun tinggal di wilayah Kavling Kowilhan RT07, RW05, Setu Cipayung, Jakarta Timur.
Selain para donatur, banyak pula warga yang kerap melepas benih ikan di kolam. Dengan harapan, jika ikan sudah besar, bisa dimanfaatkan bersama-sama. Sekeliling kolam ikan sekarang sudah dipagari agar anak-anak kecil tidak bermain di tepi kolam yang licin. Selain itu, karena banyaknya ikan di dalam kolam, pagar itu berfungsi sebagai sebuah pesan bagi siapapun, bahwa kolam ini ada pemiliknya, yakni seluruh warga RW05 Kelurahan Setu dan Kavling Kowilhan, Jakarta Timur.
“ Masih banyak warga sekitar yang memiliki status pra sejahtera. Mereka kerap datang ke sini untuk sekedar mengambil ikan untuk dikonsumsi sehari-hari. Ini milik bersama, dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan warga,” tambah Akustika atau akrab disapa Tika kepada Cendana News.
Dengan memberdayakan ‘telaga tak bertuan’ menjadi kolam ikan milik bersama, banyak manfaat yang didapat. Pertama, rasa kebersamaan warga akan semakin terjalin erat, Kedua, warga diberi stimuli untuk mulai memikirkan rencana budidaya ikan dan Ketiga, gerakan sehat makan ikan bisa berjalan ke depannya. Hal ini terus dikembangkan pengurus Posdaya Kenanga Setu demi kepentingan seluruh warga.
Kolam ikan lele yang juga milik bersama warga RW05
Ada rencana ke depan memanfaatkan kolam ikan milik bersama untuk budidaya yang lebih serius, namun terkendala kepemilikan lahan dan pengadaan infrastruktur untuk budidaya itu sendiri. Akhirnya rencana itu ditunda dulu sambil menunggu perkembangan selanjutnya.
“ Warga di sini butuh banyak program pemberdayaan, dan kami Posdaya Kenanga Setu akan selalu membantu mereka semua dalam segala hal,” pungkas arsitek lulusan Universitas Kristen Indonesia Jakarta ini sekaligus mengakhiri pertemuan dengan Cendana News.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...