Pengaruh Angin Barat Nelayan Pesisir Barat Lampung Kesulitan Melaut

MINGGU, 15 JANUARI 2017

LAMPUNG — Nelayan tangkap tradisional di wilayah Perairan Pesisir Barat Lampung yang berhadapan dengan Samudera Hindia dalam sepekan terakhir mengalami kesulitan melaut akibat angin barat dan ombak tinggi melanda wilayah tersebut. Kondisi angin musim barat ini berdampak pada arah angin yang berhembus ke perairan barat Lampung sehingga nelayan yang berada di pesisir barat lebih memilih meminggirkan perahu jenis ketinting, jukung serta perahu di bawah 30 GT.
Sejumlah perahu nelayan di Desa Kelawi ditambatkan selama angin Barat akibat gelombang tinggi dan nelayan tak berani melaut
Salah satu ketua kelompok nelayan, Amri (35) di Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan mengatakan, akibat pengaruh angin barat nelayan di wilayah tersebut memutuskan tidak melaut terutama pemilik perahu tradisional berukuran kecil untuk menghindari resiko tenggelam atau terbawa arus hingga ke perairan Samudera Hindia.
Selama tidak melaut nelayan memilih memperbaiki sebagian peralatan melaut diantaranya pancing, jaring ikan serta memperbaiki bagian perahu yang perlu ditambal serta proses pengecatan ulang. Kondisi angin barat diakui Amri dominan terjadi pada sore menjelang malam hari meski saat siang juga terjadi. Ia pun selalu memantau kondisi cuaca dengan melihat prakiraan cuaca melalui stasiun maritim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melihat kondisi cuaca terkini.
“Kami memilih tidak melaut dengan alasan keselamatan meskipun kami dipastikan sulit memperoleh penghasilan karena tidak bisa melaut dan hanya nelayan yang memiliki perahu dengan ukuran besar yang masih bisa melaut,”ungkap Amri saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (15/1/2017).
Datangnya angin barat tersebut yang berdampak terhambatnya nelayan melaut juga diakui nelayan di kawasan pesisir Kalianda Lampung Selatan. Ombak yang terjadi selama musim angin barat sejak awal tahun dari arah Samudera Hindia menimbulkan ombak besar mencapai ketinggian dua hingga tiga meter lebih. Sebagian nelayan yang masih nekat melaut bahkan memutuskan berlindung di balik pulau yang berada di wilayah tersebut diantaranya Pulau Sebuku, Pulau Sebesi, Pulau Legundi. Sebagian nelayan bahkan tidak terlalu jauh melaut untuk menangkap ikan dan mencari ikan di sekitar bibir pantai menghindari kondisi angin kencang dan bisa cepat kembali ke daratan saat cuaca buruk melanda. 
Nelayan memilih memperbaiki bagian bagian perahu selama musim angin barat
Bagi nelayan yang tidak melaut diantaranya memilih memperbaiki perahu dan alat tangkap ikan di lokasi sandar yang ada di pantai. Sementara sebagian nelayan memilih bekerja serabutan diantaranya sebagai buruh bangunan dan tukang ojek di pasar Kalianda.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...