Pasokan Berkurang, Harga Ikan di Lampung Naik

MINGGU, 15 JANUARI 2017

LAMPUNG — Akibat pengaruh angin barat yang membuat nelayan tradisional pemilik perahu ukuran kecil tidak melaut dan sebagian nelayan pemilik perahu berukuran besar melaut berimbas berkurangnya pasokan ikan. Pasokan ikan yang berkurang tersebut berimbas harga ikan mengalami kenaikan akibat sebagian besar ikan didatangkan dari wilayah pantai Timur Lampung. Harga ikan di sejumlah pasar tradisional dan para penjual ikan dan tempat pelelangan ikan yang mulai naik diakui sejumlah pedagang di pasar higienis Kalianda. [Baca juga: Pengaruh Angin Barat Nelayan Pesisir Barat Lampung Kesulitan Melaut]
Penjual ikan menunggu pembeli akibat sepinya pembelian ikan dengan harga yang masih relatif tinggi
Kenaikan harga ikan yang terjadi lantaran pasokan jenis ikan bandeng, tongkol dan bawal serta ikan laut berkurang. Salah satu penjual ikan di pasar higienis Kalianda, Andi mengungkapkan kenaikan harga ikan tersebut disebabkan pasokan yang terlambat dari nelayan serta agen sehingga mengakibatkan berkurangnya jumlah stok ikan yang dijualnya. Harga ikan bandeng menurutnya saat ini mencapai Rp 30 ribu perkilogram (kg) dari harga biasanya hanya Rp25 ribu per kg. Sementara harga ikan tongkol Rp 25 ribu per kg dari sebelumnya Rp 20 ribu per kg.
Andi mengungkapkan, jenis ikan laut lainnya juga mengalami kenaikan diantaranya ikan tegkurungan semula dari harga Rp 13 ribu naik menjadi Rp 17 ribu, ikan Simba dari semula Rp 32 ribu menjadi Rp 34 ribu, ikan Selar dari semula Rp 17 ribu menjadi Rp 21 ribu.
Selain beberapa jenis ikan laut, beberapa jenis ikan air tawar juga mengalami kenaikan diantaranya harga ikan bawal semula Rp 13 ribu naik menjadi Rp 17 ribu. Ikan lele dari semula harga Rp 15 ribu naik menjadi Rp 18 ribu. 
“Selain faktor pasokan berkurang pengaruh angin yang dialami para nelayan dalam mencari ikan di laut juga mempengaruhi sehingga kami menerima harga dari agen sudah naik untuk mengantisipasi kerugian maka kami terpaksa ikut menaikkan harga,”ujar Andi kepada Cendana News, Minggu (15/1/2017).
Ia juga menerangkan kenaikan harga ikan juga dipengaruhi faktor terang bulan yang berakibat berkurangnya hasil tangkapan ikan.  Andi yang menjual ikan di lapak khusus mengaku mengambil ikan dari tengkulak atau mengikuti lelang di tempat pelelangan ikan (TPI) Bom Kalianda dan TPI Ketapang bahkan mengungkapkan jika pada hari normal dirinya bisa menyiapkan ikan sebanyak satu kuintal dalam satu fiber bisa dijual selama tiga hari namun saat ini ia sulit mendapat pasokan ikan. Dalam beberapa pekan ini ia bahkan hanya bisa menyiapkan sekitar setengah kuintal ikan berbagai jenis untuk dijual kepada konsumen.
Sejumlah pedagang ikan melakukan proses pelelangan ikan di tempat pelelangan ikan dermaga Bom Kalianda
Faktor kenaikan harga ikan di Lampung Selatan menurut salah satu pengepul ikan di TPI Kalianda, Jihan (40) karena sebagian besar ikan dengan kualitas bagus sengaja dikirim ke luar Pulau Sumatera. Ia menyebut sekitar lima ton ikan berbagai jenis terutama jenis tongkol, cumi dari nelayan di wilayah tersebut banyak dikirim ke Jakarta, Tangerang dan Serang. Sementara ikan ikan jenis lain yang ukurannya lebih kecil dijual di pasaran lokal sehingga pasokan ikan di sejumlah pasar lokal sebagian justru dipenuhi dari wilayah lain.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...