Cegah Banjir, Lurah Wolomarang Sikka Usulkan Segera Bangun Drainase

KAMIS, 26 JANUARI 2017

MAUMERE — Lurah Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Valentinus Keu, meminta agar Pemerintah Kabupaten Sikka bisa segera membangun drainase di bagian atas perkampungan di Kelurahan Wolomarang, untuk mencegah banjir terulang kembali.

Tembok rumah warga yang rubuh diterjang banjir.

Menurutnya, hampir setiap tahun banjir selalu terjadi, dan di 2017 ini curah hujan tinggi, sehingga ketinggian air bisa lebih dari 50 Centi meter. “Memang, setiap tahun terjadi banjir, tapi tidak sampai masuk ke rumah warga dan menggenangi perkampungan hingga beberapa hari,” ujarnya.

Valentius mengatakan, pada 7 Januari 2017, banjir juga terjadi, namun rumah warga yang terendam banjir tidak sampai 10 rumah, dan yang paling parah berada persis di sebelah selatan jalan raya prioritas nasional Trans Utara Flores. “Banjir memang sering terjadi, tetapi banjir kemarin pada Rabu 25 Januari  (baca: Hujan Lebat, 54 Rumah Warga Wolomarang Sikka Terendam Banjir) merupakan yang terbesar selama ini,” ungkapnya.

Menurut Valentius, banjir terjadi akibat setiap tahun semakin banyak pemukiman yang dibangun warga di daerah perbukitan. Selain itu, banyak pohon yang sudah ditebang sehingga perbukitan menjadi tandus dan saat hujan mengalami erosi.’ “Meski ada lima sungai mati yang berpusat di Wolomarang di sekitar lokasi banjir, tapi air mengalir menuju satu sungai, sehingga air tidak bisa tertampung dan meluap,” terangnya.

Lurah Wolomarang, Valentinus Keu.

Selain itu, bebernya, drainase di sepanjang lorong di perumahan warga sangat sempit dan banyak yang sudah tertutup tanah, pasir dan sampah. Warga belum memiliki kesadaran untuk menjaga drainase dan masih membuang sampah di sana. Untuk mengakali sempitnya drainase, katanya, seharusnya di bagian atas perkampungan harus dibuat drainase besar dan airnya dibuang ke sungai mati yang besar. Selain itu, drainase  di sepanjang jalan di perumahan dibuat lebih lebar, agar debit air bisa tertampung dan tidak meluap hingga ke perumahan warga. “Harus dibangun drainase di bagian bawah jalan atau gorong-gorong, sebab jalannya sempit. Kalau dibangun di kedua sisinya, dan dibangun hingga ke laut,” pungkasnya.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...