16.4 Juta Anak Jadi Target KIP

SENIN, 30 JANUARI 2017

BOYOLALI — Jumlah Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang sudah terdistribusi pada tahun 2016 sebanyak 158.933 anak. Tahun ini, pemerintah distribusikan KIP sebanyak 16.4 juta anak menjadi target distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP). Jumlah ini termasuk di dalamnya 896.781 anak yatim-piatu.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, menyampaikan tahun ini target pemerintah mendistribusikan KIP sebanyak 16.4 juta anak.

Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, saat memberikan laporan dalam acara penyerahan KIP kepada siswa penerima manfaat program di SMKN 1 Boyolali, Jawa Tengah, Senin (30/1/2017). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Presiden RI, Joko Widodo, di Jawa Tengah.

“Target distribusi KIP seluruh Indonesia tahun 2017 adalah sebanyak 16.4 juta anak, termasuk di dalamnya 896.781 anak yatim piatu. Jumlah KIP yang sudah terdistribusi pada tahun 2016 adalah sebanyak 158.933,” ujar Puan Maharani. Penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada siswa panti asuhan merupakan wujud nyata komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun pendidikan yang merata, berkeadilan, dan berkualitas di tahun 2017. Penyerahan KIP dilakukan kepada 1.067  siswa panti asuhan tingkat SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB di Kabupaten Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, Kota Salatiga, dan Surakarta, Jawa Tengah.

Pada acara ini, Menko PMK Puan Maharani didampingi Mendikbud Muhadjir Effendy, berkesempatan mengunjungi stan prameran hasil karya siswa-siswi SMK dari berbagai kabupaten/kota di sekitar Boyolali. Puan Maharani berbincang langsung dengan peserta pameran. Salah satunya dengan Muhammad Nanda dan Abdul Khalim, perwakilan dari stan SMKN 2 Klaten yang menampilkan karya perakitan laptop yang berstandar industri serta teknik perawatan dan perbaikan laptop.

Stan lainnya yang mendapat perhatian Menko PMK adalah media tanam aquaponik dari SMKN 1 Bawen, Semarang. Raihan Muhammad, siswa yang mewakili stan tersebut dengan antusias menjelaskan detail tentang sistem penanaman sayuran menggunakan metode aquaponik.

“Saya mencermati, sebenarnya siswa-siswa kita telah maju dalam pemahaman teknologinya. Terbukti berbagai hal yang dipamerkan hasil karya para siswa SMKN mampu menciptakan berbagai alat untuk mendukung industri pertanian, kesehatan, dan lain-lain. Saya harapkan prioritas pemerintah dalam pelaksanaan program vokasi dan link and match antara pendidikan dan industri berjalan lancar sehingga ke depan tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dengan negara lainnya,” harapnya.

Sebelumnya, Puan Maharani juga mendampingi Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Magelang dan Kulonprogo, DIY, Jumat (27/1). Sebanyak dua lokasi disambangi Presiden dan Menko PMK saat mendistribusikan KIP itu.

Lokasi pertama adalah SMK Negeri 2 Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DIY, dan sebanyak 1.037 KIP dibagikan Kepala Negara bagi para pelajar SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Besaran bantuan yang didapatkan para siswa penerima bantuan ialah sebesar Rp 450 ribu per tahun untuk siswa SD, Rp 750 ribu siswa SMP, dan Rp 1 juta bagi pelajar SMA atau SMK.

Jurnalis: Shomad Aksara / Editor: Satmoko / Foto: Shomad Aksara

Lihat juga...