Warga Sumenep Impikan Pengelolaan CSR Perusahaan Migas Berskala Prioritas

SENIN, 26 DESEMBER 2016

SUMENEP — Program Corporate Social Responsibility (CSR) telah dilakukan oleh PT. Kangean Energi Indonesia Ltd (KEI), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam kegiatan eksplorasi minyak dan gas (Migas) di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Pulau Sapeken masih dinilai belum sesuai skala prioritas.

Salah satu sekolah di Sumenep

Salah seorang Tokoh Masyarakat di Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Nur Asyur menyebutkan, realiasasi dana tanggungjawab sosial dari perusahaan tersebut tidak berskala prioritas, melainkan pengelolaannya dibagi rata kepada setiap desa yang ada di kecamatan setempat. Masyarakat secara luas juga banyak tidak mengetahui bentuk apa saja dana kompensasi yang realisasikan, bahkan khawatir terjadi tumpang tindih dengan Dana Desa (DD) akan diperoleh desa tersebut.

“Menurut saya yang membuat masyarakat kurang perhatian yaitu mengenai pengelolaan dana CSR dengan sistem bagi rata ke semua desa. Sehingga hanya kepala desa saja yang di ajak untuk rembuk pengelolaannya. Maka dana 1-2 Miliar diharapkan sejak dulu bukan dibagi seperti itu, tetapi melihat hal yang paling urgen sesuai kebutuhan masyarakat, seperti kapal, listrik, rumah sakit Kepulauan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Nur Asyur, Senin (26/12/2016).
Kebutuhan dan asas prioritas harusnya disepakati untuk perencanaan pembangunan Kepulauan yang menjadi daerah dampak perusahaan Migas, namun sayang rupanya masih banyak masyarakat belum banyak mengerti akan realisasi dana tersebut yang dikelola dari desa, mana Dana Desa (DD) dan mana CSR . Maka dari itu, memang perlu adanya acuan utama dari hasil Musrembangdes yang benar-benar partisipatif dari semua kalangan dan memiliki skala prioritas sesuai kebutuhan masyarakat.
“Jadi pilihan program dan sasaran kegiatan jarang kita dengar disosialisasikan, selama ini pengalaman kita di badan anggaran ketika penentu kebijakan tidak lagi memperhatikan hasil kajian dan aspirasi, politik anggaran bagi rata sangat memperlambat pembangunan agar sesuai harapan, membangun dengan gaya seperti itu asas manfaatnya pendek dan tidak menyentuh urat nadi masalah,” terang mantan wakil rakyat asal Pulau Sapeken.
Sementara itu, Program Pendukung Operasi (PPO) yang disediakan oleh PT. Kangean Energi Indonesia Ltd (KEI) bagi masyarakat yang berada di daerah sekitar produksi Minyak dan Gas (Migas) meliputi berbagai bidang, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Lingkungan dan Infrastruktur. Dimana dari seluruh program tersebut sudah direalisasikan sesuai sesuai usulan masyarakat guna menjadi penunjang kesejahteraan lebih baik dari sebelum adanya perusahaan Migas yang beroperasi di daerah pulau tersebut.
Untuk bidang pendidikan, pada tahun 2015, PT. KEI telah memberikan bantuan beasiswa bagi siswa SMA  dan mahasiswa sebanyak 49 orang, diantaranya siswa SMA sebanyak 23 orang dan mahasiswa sebanyak 26 orang, itupun pada angkatan tahun 2012/2013 untuk siswa SMA, sedangkan untuk mahasiswa merupakan angkatan tahun 2013/2014. Siswa angkatan 2014/2015 sebanyak 27 orang, dan untuk angkatan tahun ajaran 2015/ 2016  sebanyak 40 orang. Bahkan beasiswa lainnya ditujukan untuk perguruan tinggi yang diberikan dari semester pertama hingga lulus perguruan tinggi (AKAMIGAS), yang mana pada tahun 2015 mahasiswa tersebut telah lulus dan menyelesaikan studinya.
Selain beasiswa, guru non PNS (Pegawai Negeri Sipil) dari tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah juga menjadi perhatian dengan diberi tunjangan insentif masing-masing guru di hitung berdasarkan frekuensi mengajar dengan besaran tunjangan berkisar antara Rp. 250.000 – Rp. 380.000 per tiga bulan. Tunjangan intensif bagi guru tersebut menyebar diberbagai lembaga yang ada di Kecamatan Sapeken, diantaranya, Desa Pagerungan Besar, sebanyak 40 guru yang terdiri dari 9 sekolah dari tingkat dasar hingga menengah pertama, untuk Desa Pagerungan Kecil, sebanyak 40 guru terdiri dari 10 sekolah tingkat dasar hingga menengah pertama. Sedangkan yang terakhir yaitu, Desa Sepanjang dengan jumlah sebanyak 40 guru dari 10 sekolah tingkat dasar hingga menengah pertama.
Sementara untuk bidang kesehatan, berbagai macam program juga dilakukan, salah satunya pemberian penunjang gizi terhadap balita yang berada di sekitar perusahaan produksi Migas, dengan cara memberikan intensif kepada 36 kader posyandu di Desa Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil dan Sadulang Besar, Kecamatan Sapeken pada tahun 2015 lalu. Di tahun yang sama, PT. Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI) juga bekerjasama dengan tenaga medis dengan menyelenggarakan sunatan massal bagi anak-anak berumur 9 – 15 tahun di enam desa, diantaranya, Desa Sadulang sebanyak 26 anak, Desa Pagerungan Kecil sebanyak 33 anak, Desa Pagerungan Besar sebanyak 31 anak, Desa Saur Saibus sebanyak 13 anak, Desa Sapeken sebanyak 26 anak dan Desa Sepanjang sebanyak 16 anak.

Kemudian untuk memberikan kesadaran terhadap kesehatan lingkungan, penyuluhan kesehatan terhadap para siswa juga dilakukan agar nantinya masyarakat yang ada di daerah dampak operasinya perusahaan Migas tersebut dapat menjaga lingkungan dengan sehat dan bisa terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat setempat.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Istimewa

Lihat juga...