Syukuran Panen Raya Kabupaten Sleman, 3,5 Ton Salak Dibagikan Gratis

MINGGU, 25 DESEMBER 2016

YOGYAKARTA — Guna memprpmosikan sekaligus meningkatkan nilai jual Salak Pondoh khas Kabupaten Sleman, di musim panen raya Desember ini  Badan Promosi dan Pariwisata Sleman menggelar acara Festival Salak Pondoh dan Mbok Jamu Gendong, di Lapangan Denggung, Sleman, Minggu (26/12/2016).
Replika Elang Jawa dari buah salak seberat 1,4 Ton yang memecahkan rekor MURI.
Sebanyak 3,5 Ton buah salak dibagikan secara gratis kepada lebih dari 3.000 warga masyarakat. Selain itu, juga dibuat replika maskot Kabupaten Sleman berupa Elang Jawa dari bahan salak, yang ditargetkan mendapatkan catatan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Acara ini digelar sebagai bagian pesta syukuran panen raya petani Salak Kabupaten Sleman.
Ketua I Penyelenggara Festival Salak Pondoh  dan Mbok Jamu Gendong, Wisnu Sanjaya, mengatakan, replika ini merupakan satu-satunya replika Elang Jawa yang dibuat dari buah salak. Yakni, dengan tinggi mencapai 6 meter dan rentang sayap sepanjang 10 meter, dan menghabiskan sebanyak 1,4 Ton salak dengan biaya pembuatan Rp. 9 Juta.
“Semua salak ini berasal dari petani salak seluruh Kabupaten Sleman yang tergabung dalam Asosias Petani Salak Prima Sembada Kabupaten Sleman. Selain pembagian salak gratis, kita juga menjual salak murah dengan pembayaran menggunakan koin dari bambu,” ujarnya.
Warga berebut salak gratis.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Sleman, Guntur Eka Prasetya, menyebut, tujuan digelarnya festifal ini lebih kepada upaya membantu petani salak di seluruh Kabupaten Sleman untuk menaikkan harga salak yang biasanya di saat musim panen raya mengalami penurunan. Diharapkan, dengan adanya acara ini harga salak akan stabil bahkan bisa meningkat.
“Selain itu, juga sebagai bagian promosi pariwisata Kabupaten Sleman. Termasuk juga memperingati Hari Ibu, dengan menampilkan 30 orang peserta Mbok Jamu Gendong. Diharapkan jamu sebagai minuman kesehatan herbal tradisional ini dapat terangkat kembali dan menjadi alternatif pengobatan masyarakat di samping pengobatan modern,” tuturnya.
Sedangkan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, menilai, salak pondoh merupakan potensi unggulan dari Kabupaten Sleman yang telah mengantongi Hak Intelektual dari Kemenkumham. Salak pondoh Sleman yang menjadi oleh-oleh khas Sleman, memiliki karakteristik yang khas dan tidak terdapat di daerah lain. Sehingga potensi tersebut harus dimaksimalkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman.
“Sektor pariwisata dan perdagangan selama ini selalu menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat besar bagi Kabupaten Seman. Yakni, mencapai Rp. 443,7 Miliar per tahun. Karenanya, kita sangat mendukung acara semacam ini. Diharapkan melalui acara ini tingkat kunjungan wisatawan di Sleman juga akan semakin meningkat. Khususnya, wisatawan asing. Sebab, dari sekitar 5,3 Juta orang wisatawan yang berkunjung ke Sleman setiap tahun, jumlah wisatawan asing baru ada sebanyak 4,9 persen,” jelasnya.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Editor : Koko Triarko / Foto : Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...