Satlantas Polres Lampung Selatan: Sepanjang 2016 109 Nyawa Melayang di Jalan Raya

RABU, 14 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Satuan lalu lintas Polres Lampung Selatan hingga bulan Desember ini mencatat sebanyak 109 nyawa melayang di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas dalam kurun waktu setahun pada 2016 di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Kerugian materi akibat kecelakaan lalu lintas itu terbilang cukup besar, mencapai Rp 2 miliar lebih.

Kendaraan terguling, kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera.

Berdasarkan data Satuan Lalu lintas Polres Lampung Selatan tahun 2016, tercatat angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Lampung Selatan sebanyak 338 kasus. Dengan korban kecelakaan alami, luka berat sebanyak 361 orang, dan luka ringan sebanyak 273 orang.

Total yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas tersebut merupakan jumlah kecelakaan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran yang mencapai 743 kasus. Sementara itu, John Lozi juga menegaskan, beberapa wilayah ditengarai sebagai titik yang menjadi penyumbang angka kecelakaan lalu lintas tinggi, di antaranya di wilayah Gedong Tataan yang kini sudah masuk dalam wilayah Polres Pesawaran.

“Data tersebut hanya sampai bulan November, karena bulan ini belum selesai dan sedang dalam tahap perekapan anggota kami,” terang Kanit Laka Lantas Polres Lampung Selatan, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Jon Lozi, mendampingi Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP Mubiarto Banu Kristanto, Rabu (14/12/2016).

Kegiatan di Satlantas Polres Lampung Selatan.

Pada tahun ini, ungkap Iptu John Lozi, angka korban kecelakaan yang meninggal dunia tertinggi terjadi pada bulan Mei lalu dengan jumlah sebanyak 15 orang. Berdasarkan data pada bulan Mei, paling banyak makan korban jiwa akibat kecelakaan di jalan raya terutama di wilayah Jalan Lintas Sumatera, Jalan Lintas Timur, dan beberapa ruas jalan lain di Lampung Selatan.

Ia juga menjelaskan, ada sedikit peningkatan kasus kecelakaan di jalan raya dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 sebanyak 119 nyawa melayang di jalan raya dengan jumlah kecelakaan sebanyak 315 kasus.

“Kalau dibandingkan data tahun lalu, jumlah kasus kecelakaan meningkat tahun ini, namun korban meninggal lebih sedikit. Tapi, tidak menutup kemungkinan bertambah, karena bulan ini belum tercatat,” kata dia.

Selain mengakibatkan nyawa melayang dan juga kondisi cacat fisik akibat kecelakaan, Satlantas mencatat pada tahun 2015 kerugian materi akibat kecelakaan lalu lintas di dua kabupaten tersebut sebesar Rp 1.489.300.000.

“Kerugian materi lebih rendah tahun lalu dibandingkan tahun ini yang mencapai angka dua miliar,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP Mubiarto Banu Kristanto, mengatakan, penyebab kecelakaan terjadi karena kelalaian pengemudi. Selanjutnya, penyebab lainnya karena kondisi jalan. Kondisi kelaikan jalan, menurutnya, ditaksir menyumbang sekitar 30 persen penyebab kecelakaan lalu lintas yang dialami pengendara.

“Rata-rata penyebabnya kelalaian pengendara kendaraan bermotor pada saat membawa kendaraan, seperti mengantuk dan atau lepas kendali saat mengemudi,” kata dia.

Kecelakaan lalu lintas, kata dia, didominasi kendaraan roda dua atau sepeda motor, lalu kendaraan roda empat jenis mobil minibus. Dominasi jenis kecelakaan berbagai jenis kendaraan, menurutnya, masih seperti tahun-tahun sebelumnya.

Mantan Kasat Binmas Polres Lampung Tengah itu menjelaskan, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, pihaknya meminta kesadaran masyarakat itu sendiri.

“Kuncinya, kesadaran pengguna jalan itu sendiri untuk berhati-hati. Kalau mengantuk bisa istirahat terlebih dahulu,” terangnya.

Berdasarkan sumber Satlantas Polres Lampung Selatan yang diterima Cendana News, berikut grafik data kecelakaan lalu lintas sepanjang 2016:

Total Laka sebanyak 338 kasus
Meninggal Dunia sebanyak 109
Luka Berat sebanyak 361 orang
Luka Ringan sebanyak 273 orang
Jumlah korban sebanyak 743 orang
Kerugian materi Rp 2.018.870.000

Sementara sebagai perbandingan Data Lakalantas pada tahun 2015 di antaranya:

Total Laka sebanyak 315 kasus
Meninggal Dunia sebanyak 119 orang
Luka Berat sebanyak 267 orang
Luka Ringan sebanyak 196 orang
Jumlah korban sebanyak 582 orang
Kerugian materi Rp 1.489.300.000.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...