RABU 7 DESEMBER 2016
ACEH—Sedikitnya 70 santri Pesantren atau Dayah Mudi Mesra Samalanga, Kabupaten Bireuen, dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Fauziah Bireuen. Selain santri, 7 warga lainnya juga dilarikan ke rumah sakit kabupaten tersebut. Ketua Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bireuen, Farhan Husein, kepada Cendana News, Rabu (7/12/2016), mengatakan, korban luka-luka akibat gempa tersebut dilarikan sesaat setelah gempa terjadi.

“Data sementara yang kami catat, ada sekitar 77 orang yang mengalami luka-luka akibat reruntuhan bangunan. 70 orang merupakan santri sedangkan 7 lainnya adalah warga sekitar,” ujar Farhan, yang dimintai keterangannya.
Selain korban luka, Farhan mengatakan, sejauh ini pihaknya mencatat terdapat sekitar 2 orang warga meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang rubuh. “Sementara untuk korban jiwa ada dua orang yang telah berhasil kami data,” katanya.
Kepala BPBD Bireuen tersebut, mengatakan, Kecamatan Samalanga merupakan kecamatan yang terkena dampak cukup parah akibat gempa di kabupaten tersebut. Kecamatan Samalanga merupakan kecamatan yang terletak di perbatasan Kabupaten Pidie Jaya, yang terkena dampak paling parah.
Farhan mengatakan, tidak hanya rumah warga, sejumlah bangunan yang roboh di Bireuen adalah Masjid dan satu bangunan kampus Institut Agama Islam (IAI) Al Aziziyah. Bangunan kampus tersebut juga masih berada dalam komplek pesantren Mudi Mesra Samalanga.
“Data yang kami terima ada sekitar 30 rumah warga yang rusak, bangunan kampus IAI Al Aziziyah Samalanga, kemudian juga termasuk masjid,” pungkas Farhan.
Jurnalis: Zulfikar Husein/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono