KAMIS, 8 DESEMBER 2016
BANDUNG—PS TNI siap tempur melawan Persib Bandung pada Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (8/12/2016) nanti. Kalah di putaran pertama melecut motivasi Pasukan Suharto AD untuk tampil mengigit di laga nanti. Berat memang, mengingat timnya akan berlaku sebagai tamu. Namun Suharto optimis skuatnya mampu menunjukkan permainan terbaik. Diketahui, saat ini PS TNI berada di posisi terbuncit pada klasemen sementara.
![]() |
| Suharto (tengah) mengharapkan pemain PS TNI tetap tangguh menjaga stamina guna melawan Persib. |
“Walaupun Persib ada di papan atas bukan berarti tidak bisa dikalahkan dan mudah-mudahan besok pemain bisa bermain baik,” ujar Suharto di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Kamis (8/12/2016).
Sejauh ini tuan rumah tak pernah terkalahkan di partai kandang. Suharto pun tahu betul rivalnya kali ini memiliki rapor positif kala berlaku sebagai tuan rumah.
Namun dia mengklaim sudah memiliki formulasi untuk mengatasi Maung Bandung di hadapan bobotohnya.
“Sudah antisipasi seperti apa Persib, pertama kita akan memperagakan permainan cepat dan tekanan ketat, perlu dilakukan itu besok,” tuturnya.
PS TNI mengalami kekalahan beruntun, di mana pada empat laga terakhir belum pernah menang. Bahkan, pada Senin (5/12) lalu, timnya keok dengan skor telak 6-2 di markas Pusamania Borneo FC.
Disampaikan, kekalahan telak itu lantaran timnya tak bisa memainkan beberapa pemain pilar. Termasuk Manahati Lestusen dan Abduh Lestaluhu yang sedang bergabung dengan tim nasional asuhan Alfred Riedl di Piala AFF 2016.
“Tim kemarin tidak main full, 5 pemain inti tidak bertanding ada yang akumulasi (kartu), cedera tapi untuk besok kita pemainnya hanya 2 yang absen karena memperkuat timnas, selebihnya bisa bermain full,” katanya menjelaskan.
Suharto berharap, penggawanya bisa keluar dari tekanan setelah kalah empat kali berturut-turut. Demikian dia meminta skuatnya untuk melupakan kekalahan dan segera bangkit agar mampu memperbaiki posisi di klasemen.
“Mengatasi mental memang pasti, psikis terganggu mencoba berdialog, bermain, dan gembira bisa mengatasi permasalahan besok,” ujarnya.
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor: Satmoko / Foto: Rianto Nudiansyah