Jelang Akhir Tahun, Pemkab Sragen Gelar Pasar Murah

KAMIS, 8 DESEMBER 2016
 
SOLO—Jelang perayaan Natal dan tahun baru yang sering diikuti meningkatnya konsumsi masyarakat, mulai diantisipasi di berbagai daerah. Di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten setempat menggelar pasar murah sembako sebagai upaya untuk menekan laju inflasi.

Warga rela antre untuk mendapatkan sembako murah jelang akhir tahun.

Bupati Sragen, Kusdianar Untung Yuni Sukowati mengatakan, digelarnya pasar murah tersebut untuk antisipasi lonjakan harga jelang tahun baru. Sebab, dari tahun ke tahun, jelang akhir tahun tren harga sembako selalu naik dan mengakibatkan laju inflasi tinggi.

“Tingkat inflasi di Sragen pada Desember 2015 kemarin mencapai 3,05 persen. Untuk tahun ini kita tekan hingga sekecil mungkin. Salah satunya dengan pasar murah sembako untuk warga miskin,” ucap Bupati Sragen di sela-sela kegiatan, Kamis (8/12/2016).

Dijelaskan, pasar murah yang digelar di Gudang Kawasan Pasar Bunder Sragen itu untuk 900 warga miskin. Pemkab melalui Dinas Perdagangan rencananya juga akan menggelar pasar murah serupa di 20 kecamatan yang ada di Sragen.

“Ini baru kali pertama. Setelah ini akan dilakukan di tiap kecamatan,” terangnya. 

Sembako bersubsidi di Pasar Murah itu dijual dengan harga Rp 40 ribu per paket. Ada pun per paketnya berisi beras 2 Kg, minyak goreng 2 Kg, gula 2 Kg dan telur 1 Kg.  Harga tersebut jauh lebih murah dibanding harga di pasaran.

“Kita prioritaskan untuk warga miskin. Untuk itu kita berikan kemudahan untuk warga miskin,” tandas Bupati Sragen.

Selain sembako, pasar murah tersebut juga menghadirkan operasi pasar untuk komoditi daging ayam. Untuk daging ayam, per setengah kilonya dihargai delapan ribu rupiah. Antusias warga Sragen juga terlihat tinggi. Terbukti, ratusan warga rela berdesak-desakan ikut antre dalam pasar murah tersebut. 

Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid

Lihat juga...