KAMIS, 8 DESEMBER 2016
JAKARTA—Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid menyampaikan, Indonesia sudah saatnya menggelorakan kecintaan kepada bangsa dan negara. Menurut Hidayat, kecintaan itu salah satunya dengan mementingkan moralitas akhlak sebagai individu dan sebagai manusia yang bermasyarakat.
![]() |
| Hidayat Nur Wahid (berpeci) menyatakan moralitas tidak hanya bersifat individual tapi terkait dengan lingkungan, manusia, umat beragama lain, dan alam. |
“Moralitas bangsa rujukannya adalah Pancasila sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Jika rujukannya pada UUD, maka moralitas adalah pijakan dasar bernegara,” kata Hidayat dalam diskusi Refleksi Kebangsaan 2017 di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (8/12/2016).
Moralitas, kata dia, bukan hanya bersifat individual. Tapi sangat terkait baik itu lingkungannya, manusia, umat beragama lain juga dengan alam.
Dikatakan, bangsa ini kental keberagaman Bhinneka Tunggal Ika. Dengan begitu hebatnya keberagaman Indonesia, akhlak bangsa dan moralitas bangsa penting sekali untuk selalu disegarkan dengan berbagai cara dan bentuk yang baik.
“Kita adalah bangsa Indonesia yang berakhlakul karimah sehingga tidak terjadi kondisi yang seolah-olah moral itu hanya urusan pribadi,” paparnya.
Untuk itu, Hidayat mengingatkan pentingnya jejaring sosial yang bermanfaat. Sebab banyak teori di era media sosial yang begitu dahsyat, kadang semua pribadi disibukkan dengan informasi yang serba instan dan dangkal yang selalu membanjiri dalam ruang hidup sehari-hari.
Banjirnya informasi instan secara terus menerus itu, jelas dia, hampir membuat tidak ada lagi ruang pendalaman kehidupan untuk merefleksikan tentang akhlak.
“Peran Parpol sangatlah penting untuk memberikan pendidikan politik. Tidak hanya pendidikan politik yang biasa saja tapi harus ditingkatkan lagi. Pendidikan politik kepada rakyat yang mencerahkan bangsa dan beretika atau berrmoral,” ujarnya.
Dirinya berharap, semua parpol tujuannya menghilangkan dikotomi atau perbedaan antara keberagamaan dengan kebangsaan.
“Parpol PKS sudah memulai itu. Saya melihat Parpol lainnya juga sudah mulai melakukannya,” pungkasnya.
Jurnalis: Adista Pattisahusiwa / Editor: Satmoko / Foto: Adista Pattisahusiwa