Bencana Tanah Gerak, Belasan Rumah di Ponorogo Rusak Parah

KAMIS, 8 DESEMBER 2016
 
PONOROGO—Bencana masih mengintai Ponorogo. Kali ini rumah milik Jumingan warga Dukuh Kangkungan Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo roboh akibat tanah gerak usai diguyur hujan selama 3 hari berturut-turut.

Warga Desa Pohijo gotong royong membersihkan sisa robohnya rumah Jumingan.

Tidak hanya rumah Jumingan, sekitar 15 rumah warga Dukuh Kangkungan mengalami kerusakan parah. Lima di antaranya roboh dan sisanya tembok bangunan mengalami retak-retak.

Jumingan menjelaskan, kejadian tanah gerak ini sebenarnya sudah terjadi sejak dua tahun lalu, namun yang paling parah sekarang. Beruntung sebelum roboh, keluarga Jumingan mengungsi ke rumah saudara.

“Tanah di bawah rumah ambles sekitar 40 cm, akibatnya tiang-tiang rumah miring, usai diguyur hujan sehari penuh langsung ambrol,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi, Kamis (8/12/2016).

Beruntung saat kejadian tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah. Padahal kejadian ambrolnya rumah Jumingan sejak Rabu (7/12/2016) dan sempat ramai dibicarakan di media sosial Info Cepat Wilayah Ponorogo (ICWP).

Anggota Komisi D DPRD Ponorogo, Sugijanto menambahkan, kerugian akibat tanah gerak tidak hanya menimpa perorangan saja tapi juga fasilitas umum seperti jalan raya, talud, dan sawah milik warga.

“Kerugian materiil banyak sampai ratusan juta, sekarang saja sudah ada laporan 5 rumah roboh, belum lagi yang tembok rumahnya retak,” tuturnya.

Meski begitu, menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo cukup lambat dalam menangani masalah bencana. Banyaknya bencana yang menimpa Ponorogo seharusnya bukan alasan bagi Pemkab untuk lambat dalam membantu warga.

“Saya tadi sempat bertanya ke Ketua RT, belum ada sama sekali bantuan dari Pemkab,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti

Lihat juga...