Polres Lampung Selatan Antisipasi Penyelundupan Narkoba dengan K-9

JUMAT 23 DESEMBER 2016

LAMPUNG—-Antisipasi penyelundupan narkotika dan obat berbahaya (narkoba) melalui pintu masuk pelabuhan Bakauheni saat arus liburan Polres Lampung Selatan intensif melakukan pengawasan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra mengungkapan selama Operasi Lilin Krakatau 2016 yang dimulai sejak hari Jumat (23/12) ini beberapa pos pelayanan (posyan) dan pos pengamanan (pospam) didirikan di titik titik vital seperti pelabuhan, terminal, titik konsentrasi masyarakat di antaranya sejumlah pusat perbelanjaan dan juga tempat wisata. Ratusan personil  dikerahkan untuk pengamanan liburan jelang Natal dan pelaksanaan Natal 2016 dilanjutkan dengan Tahun Baru 2017 mendatang.
Brigpol Suprayogi dengan personil K-9 polisi satwa yang siaga di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.
Momen libur panjang yang mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah titik terutama di bandara Raden Inten II, terminal Rajabasa Lampung yang terkoneksi dengan Pelabuhan Bakauheni membuat petugas disiagakan di setiap posyan dan pospam. Selain memberikan rasa aman dan nyaman bagi mobilitas masyarakat yang akan melangsungkan liburan Natal dan Tahun Baru sejumlah gereja juga dipastikan akan mendapat pengawalan dari personil polisi.
“Setiap gereja akan dijaga oleh personil polisi tentunya bekerjasama dengan petugas lain yang akan mengamankan gereja dan juga pengamanan di titik titik vital yang ada di Lampung Selatan,”ungkap Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra, Jumat (23/12/2016).
Pengamanan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan juga terus diintensifkan. Untuk Pelabuhan Bakauheni selama Operasi Lilin Krakatau 2016 disiagakan satu buah pos pelayanan dan pos pengamanan angkutan Natal dan Tahun Baru. Pengamanan bersifat fleksibel dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan kendaraan yang diruigai membawa barang terlarang. Selain pemeriksaan dengan cara manual memeriksa setiap kendaraan yang melintas baik penumpang, barang serta hal hal lain yang mencurigakan pemeriksaan juga dilakukan dengan menggunakan personil polisi satwa (K-9) dari satuan Sabhara Polres Lampung Selatan.
Perawat polisi satwa sekaligus pawang K-9 jenis anjing Retriever, Brigpol Suprayogi, mengungkapkan saat ini sebanyak 3 anjing pelacak disiagakan secara bergantian di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni untuk melakukan pengecekan terhadap barang barang yang mencurigakan.
Anjing pelacak yang dirawat oleh anggota Sabhara Polres Lampung Selatan tersebut diantaranya diberi nama sesuai warna bulunya diantaranya Black (hitam), Brown (cokelat) dan Golden (Keemasan) yang bertugas untuk mengecek beberapa barang mencurigakan di kendaraan yang sulit diperiksa oleh anggota polisi.
“Anjing pelacak sangat peka terhadap aroma barang berbahaya diantaranya narkotika dan juga bahan peledak serta barang mencurigakan lain karena mereka terlatih,” ungkap Brigpol Suprayogi.
Brigpol Suprayogi yang sudah lebih dari enam tahun sebagai polisi satwa tersebut mengungkapkan anjing pelacak yang dibawanya akan melakukan proses penciuman terhadap barang barang yang mencurigakan di bagasi penumpang. Meski demikian ia mengaku kerapkali ada beberapa penumpang yang menolak untuk diperiksa menggunakan anjing pelacak pada kendaraan dengan alasan anjing masuk dalam kategori diharamkan bagi agama tertentu. Meski demikian cara demikian tersebut bisa diatasi dengan memeriksa secara manual.
Ketiga jenis anjing pelacak tersebut dimaksimalkan mendampingi petugas polisi dari Sat Narkoba Polres Lampung Selatan, Kepolisian Sektor Pelabuhan (KSKP)) Bakauheni yang bertugas di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni. Memaksimalkan anjing pelacak tersebut diantaranya dilakukan sebab penyelundup narkoba seringkali menyelundupkan narkoba dengan modus menyembunyikan di bagian bagian kendaraan yang sulit terjangkau oleh penyelundup. Namun anjing yang dikerahkan oleh Brigpol Suprayogi diakui mengandalkan arah angin sehingga bisa mengetahui keberadaan barang terlarang yang diselundupkan.
Meski bertugas dengan tiga shift namun kerap kali anjing pelacak yang bertugas tidak maksimal dalam bekerja sebab anjing pelacak juga memiliki batas tenaga yang selama bertugas. Brigpol Suprayogi juga mengakui selain melakukan tugas dalam pemeriksaan tindak kriminalitas diantaranya pencurian yang bisa diendus berkat ketajaman penciuman personil K-9 tersebut.
Meskipun sudah memasuki masa liburan namun di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni hingga kini masih berlangsung normal. Pintu masuk pelabuhan Bakauheni bahkan masih terlihat lengang. Berdasarkan penuturan Andi, salah satu petugas PT Mata Pencil Globalindo selaku pengelola penjualan tiket di Pelabuhan Bakauheni mengaku selama arus liburan dominasi kendaraan masih berasal dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera. Namun saat musim arus balik liburan setelah liburan tahun baru (1/1) tahun 2017 dipastikan kepadatan arus penyeberangan akan semakin meningkat dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...