Pembagunan Monumen Tsunami Maumere Bisa Menjadi Tempat Interaksi Warga

KAMIS 8 DESEMBER 2016

MAUMERE—Pembangunan monumen tsunami yang dilaksanakan di Taman Kota Maumere sudah hampir rampung di mana pekerjaannya sudah sekitar 80 persen. Diharapkan dengan adanya monumen tsunami ini bisa menjadi sarana bagi warga kota untuk berinteraksi.Demikian disampaikan Yeni Kabupung selaku kordinator pembangunan kepada Cendana News di lokasi Monumen Tsunami Maumere, Kamis (8/12/2016).
Pembangunan taman monumen tsunami di kota Maumere yang hampir rampung dikerjakan.
Dikatakan Yeni sapaannya, monumen peringatan tsunami ini dibuat dalam dua bagian sesuai konsepnya dimana melambangkan masa lalu dan masa depan. Lokasi taman akan di belah menjadi dua zona di mana sebelah timur melambangkan zona masa lalu.
“Di tempat ini terdapat monumen yang melambangkan gelombang yang saling bertabrakan dan di belakangnya ada gelombang dan 2 kolam di depannya melambangkan air  laut,” ujarnya.
Selain itu terang mantan anggota DPRD Sikka ini, di tengahnya dibangun jembatan yang melambangkan visi ke depan. Jadi satu jembatan ini melambangkan kita hanya ada satu visi maju ke depan, jembatan yang membawa kita menyeberang dari masa lalu ke masa depan.
Sementara itu di sebelah barat di depan monumen terdapat taman yang melambangkan masa depan.Taman yang hijau ini dilengkapi dengan tempat-tempat duduk ini akan menajdi tempat dimana orang akan duduk dan bersantai.
“Taman ini melambangkan sebuah suasana penuh keceriaan dan kegembiraan di masa depan dimana orang mulai bangkit kembali setelah mengalami tragedi tsunami yang melanda kabupaten Sikka tahun 1992 lalu,” ungkapnya.
Nantinya juga terang Yeni, di taman ini akan dibangun patung-patung serta akan dipasang jaringan internet gratis sehingga masyarakat bisa melepas penat sambil berinternet. Ini merupakan sebuah kebutuhan bagi masyarakat saat ini yang memerlukan akses internet untuk bersosialisasi di media sosial dan mendapatkan informasi.
Saat ditanyai kenapa tidak melengkapi taman ini dengan pohon yang sudah besar sehingga tidak butuh waktu lama untuk tumbuh dan bisa membuat taman lebih sejuk, Yeni  katakan memang awalnya seperti itu namun dana yang ada tidak mencukupi.
Tutur Yeni lagi pihaknya tidak memakai pohon yang besar sebab danannya tidak cukup karena satu pohon harganya mencapai15 juta rupiah dan harus didatangkan dari Jawa,” terangnya.
“Kami menanam pohon-pohon lokal yang juga bagus dan ada 3 ribu tanaman yang ditanam di taman ini sehingga kelak bisa membuat taman lebih sejuk dan indah,” ungkapnya.
Terkait polemik di dewan dan masyarakat terkait penebangan beberapa pohon berusia tua sebelum membangun monumen ini, Yeni mengatakan memang beberapa pohon tersebut perlu ditebang karena berada di tempat yang akan dibangun.
Meski penebangan pohon tersebut menimbulkan polemik namun dirinya memastikan tetap bekerja sesuai perencanaan yang telah dibuat dan disepekati dengan pemerintah. Ini taman yang bukan ekologi di mana harus ada pohon-pohon besar sebab kalau banyak pohon besar akan menjadi hutan.
“Harusnya pemerintah juga membangun hutan-hutan kota. Kami berharap ada banyak taman di kota Maumere sehingga bisa menjadi tempat bagi masyarakat untuk berinteraksi satu sama lain,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kabupaten Sikka merupakan salah satu daerah selain Flores Timur yang mengaami kerusakan parah saat dihantam tsunami dan gempa bumi tangga 12 Desember 1992 silam. Beberapa bangunan di Kota Maumere rubuh dan korban jiwa saat itu sekitar 1.500 jiwa.
Proyek pembangunan monumen tsunami mempergunakan dana APBD Sikka tahun 2016 sebesar lebih dari  Rp2,5 miliar. Pembangunan dikerjakan oleh PT Gading Landscape Maumere dengan konsultan pengawas CV.Sonny Helper Consultan denagn masa kerja 120 hari kalender sejak tanggal 12 Agustus sampai 9 Desember 2016.
Yeni Kebupung pelaksana kegiatan pembangunan monumen tsunami.
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...