SENIN 26 DESEMBER 2016
BOGOR—Bangunan yang terletak persis di Jalan Abesin tidak terlalu besar, lebih layak disebut kios daripada rumah makan. Kapasitasnya pun hanya 20 orang lebih sedikit. Namun tampak bersih. Lokasinya terletak tidak jauh dari Stasiun Bogor. Bila Anda tiba di Stasiun Bogor cukup berjalan kaki menelusuri Jalan Mayor Oking, menuju Barat, menyeberang perlintasan KRL dan masuk ke pertigaan pertama dari pintu perlintasan KRL. Kios ini rumah makan Mie Herman, favorit warga Bogor. Disebut Herman karena diambil nama pemiliknya.
![]() |
| Mie Herman legenda Bogor sejak 1975. |
“Saya sudah buka usaha sejak 1975. Awalnya saya jualan di Pasar Anyar, kemudian setelah kebakaran pada 1986 pindah ke sini,” kata pria berusia sekitar 60 tahun ini kepada Cendana News.
Menu utama kios ini adalah mie ayam, bisa juga ditambah dengan tambahan bakso, dan pangsit. Harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal. Untuk mie ayam tanpa bakso atau pangsit seharga Rp10.000,00, jika ingin pakai bakso atau pangsit diberikan harga Rp13.000,00. Ada dua varian rasa mie ayam ini yaitu manis dan asin.
Bagi mereka yang tidak suka manis, bisa memesan mie ayam dengan rasa asin. Jika tidak pesan rasa asin maka akan dihidangkan rasa manis, ketika Cendana News mencicipi satu porsi mie ayam, ada rasa unik pada mie ayam yaitu rasa mie yang khas ditambah irisan daun seledri dan daging ayam cincang. Seledrinya ini yang membuat mie ayam ini berbeda, karena umumnya mie ayam menggunakan daun bawang.
![]() |
| Cara meracik dan memasak mie ayamnya berdasarkan passion dan kecintaan. |
Jangan lupa pesan pangsit rebus jika pesan mie ayam ini, karena rasanya yang istimewa, bakso dan kuah yang dihidangkan terpisah juga memiliki rasa asin lobak yang khas yang dihidangkan oleh Pak Herman. “Saya meracik berdasarkan perasaan saya saja. Jiwa saya memang di mie ayam. Itu sebabnya saya nggak ikut-ikutan jual soto mie,” ujar Herman.
Karena harganya relatif terjangkau, kios ini cukup ramai dikunjungi oleh karyawan sekitar pasar, atau wisatawan yang sedang jalan-jalan di Bogor. Kebanyakan mereka yang datang dari mulut ke mulut atau kebetulan mencicipi, kemudian menjadi ketagihan, Umumnya yang menjadi favorit adalah mie yamin dan pangsit kuah. Rasa pangsitnya yang benar-benar daging, dimasak dengan apik hingga terasa lembut rupanya nilai lebihnya.
Kios ini buka antara pukul tujuh pagi hingga lima sore setiap hari. Sehari-hari Herman dibantu oleh tiga karyawan yang melayani rumah makan ini. Ketika jam makan siang hingga tutup rumah makan ini sesak. Apalagi ketika kantor sedang aktif. Kebetulan di sekitar tempat itu banyak karyawan dealer. Boleh dibilang Mie Ayam Herman adalah legendanya Kota Bogor.
![]() |
| Rasa daging dalam pangsit benar-benar terasa, |
Jurnalis: Yohannes Krishna Fajar Nugroho/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Yohannes Krishna Fajar Nugroho

