KAMIS, 8 DESEMBER 2016
SURABAYA—Kamis (8/12/2016) Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK), Zainal Muttaqin mendatangi Kantor Kerja Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) untuk mengenalkan temuan barunya, Aplikasi Pelayanan Bimbingan Konseling, kepada Rektor UNUSA Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie M. Eng. Aplikasi yang diberi nama SIAP BK ini, dikenalkan kepada Rektor UNUSA sebagai mitra kerjasama dalam upaya membantu proses sosialisasi kepada madrasah-madrasah di bawah naungan Kementrian Agama khususnya di wilayah Provinsi Jawa Timur.
![]() |
| Zainal menerangkan detail aplikasi kepada Rektor UNUSA beserta jajarannya di ruang kerja rektor. |
Aplikasi SIAP BK merupakan software pelayanan dalam bidang bimbingan dan konseling hasil garapan tim MGBK Kabupaten Lamongan. Aplikasi ini resmi di-launching hari ini di Kampus B UNUSA. Aplikasi yang telah dua tahun dilakukan uji coba di Kabupaten Lamongan sebelum launching versi pertamanya ini, memuat konten-konten mengenai Sistem Administrasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling dan telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Aplikasi ini memuat 17 sistem pelaporan terkait aktivitas bimbingan dan konseling kepada siswa yang semuanya terekam dan tercatat dalam database aplikasi. Hasil akhir dari aplikasi ini berupa laporan hasil konseling dengan siswa-siswa terkait identifikasi masalah, teknik pendekatan, komponen layanan, bidang bimbingan, penyebab masalah, alternatif pemecahan, dan tindakan follow up yang bisa dilakukan.
“Dengan aplikasi ini, kita ingin citra guru BK yang awalnya identik dengan polisi di sekolah dapat berubah. Kita ingin menciptakan kesan bersahabat bagi para siswa,” ujar Zainal saat ditemui di Ruang Kerja Rektor UNUSA setelah selesai mengenalkan aplikasi bikinannya kepada Rektor UNUSA.
Menggunakan aplikasi ini, lanjut Zainal yang juga guru MAN Lamongan, sangat dijamin kerahasiaannya. Seumpama di setiap madrasah memiliki dua guru BK, maka masing-masing guru BK itu akan memiliki user name dan password masing-masing. User name dan password itu dapat digunakan untuk mengakses database siswa yang telah melakukan bimbingan dan konseling.
“Jadi siswa tidak perlu khawatir rahasianya setelah berkonsultasi dan melakukan konseling dengan guru BK akan diketahui banyak orang. Karena hasil akhir dari aplikasi ini berupa laporan mengenai konseling yang dilakukan pada siswa dan yang dapat mengaksesnya hanya guru BK yang memiliki user name dan password,” ujarnya. Idealnya, untuk satu guru BK mampu menangani 150 siswa.
Sementara itu, Rektor UNUSA mengaku sangat senang dengan adanya pelayanan konseling bagi siswa yang berbasis aplikasi ini.
“Ini pertama kalinya ada aplikasi di bidang bimbingan dan konseling. Kita perlu memberikan apresiasi soal itu,” kata Guru Besar di Bidang Teknik Elektro ini yang juga sebagai Mitra MGBK dalam sosialisasi Aplikasi SIAP BK ke madrasah di wilayah Provinsi Jawa Timur.
Jurnalis: Nanang WP / Editor: Satmoko / Foto: Nanang WP