JUMAT 2 DESEMBER 2016
SURABAYA— Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo kembali meraih penghargaan di tingkat nasional. Penghargaan ini diraih atas kepeduliannya terhadap HIV-AIDS melalui program dan kebijakan yang diterapkan. Lelaki yang akrab disapa Pakde Karwo ini, menerima Penghargaan Kepala Daerah Peduli Pencegahan dan Pengendalian HIV (P2HIV) dari Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek saat Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia 2016 di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (1/12/2016).
![]() |
| Menkes Prof. Dr. dr Nila F. Moeloek dan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo |
Penghargaan ini diberikan atas upaya percepatan pencapaian akses universal layanan tes HIV dan pengobatan antiretroviral (ARV) di semua kabupaten/kota di Jawa Timur. Seluruh kabupaten/kota di Jatim sudah dapat memberikan layanan dan pengobatan HIV AIDS.
Dalam sambutannya, Pakde Karwo mengatakan, Pemprov Jatim memberikan perhatian serius pada upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dengan membuka akses seluas-luasnya pada masyarakat untuk mendapatkan informasi. Tujuannya guna memberikan pemahaman yang benar tentang upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini, sehingga bisa melindungi diri dari bahaya penularannya.
Disebutkan, sejak 2015, sebanyak 38 kabupaten/kota di Jatim telah siap dan mampu untuk memberikan pelayanan tes HIV maupun memberikan perawatan, dukungan dan pengobatan HIV-AIDS.
“Ini tidak terlepas dari peran dan upaya seluruh bupati/walikota terkait dengan kesiapan kabupaten/kota se-Jatim memberikan pelayanan kepada pasien HIV-AIDS. Selain dalam upaya percepatan penemuaannya, tetapi juga pada jaga mutu layanan dan kesinambungan pengendalian HIV-AIDS di Jatim,” ujarnya.
Berdasarkan data, jumlah orang terinfeksi HIV yang berhasil ditemukan di Jatim hingga periode pelaporan September 2016 secara kumulatif sebanyak 36.881 orang.
“Tingginya penemuan tersebut bukan berarti HIV-AIDS di Jatim tidak terkendali. Namun hal itu merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah pada upaya percepatan deteksi dini dengan menemukan kasus HIV sebanyak-banyaknya. Penemuan yang tinggi tersebut dilanjutkan dengan membuka akses pengobatan untuk mereka,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi HIV AIDS Jatim, Saifullah Yusuf menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan giatnya peduli dalam program pencegahan dan penanganan HIV AIDS, tahun 2016 ini dapat penghargaan dari Menkes.
“Karena program-program yang dicanangkan soal upaya pencegahan dan penanganan HIV AIDS berjalan bagus, maka tak heran Pakde Karwo dianugrahi penghargaan oleh Bu Menkes,” katanya selepas acara seremonial Peringatan Hari AIDS Sedunia di Gedung Grahadi.
Jurnalis: Nanang WP/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Nanang WP