KAMIS, 8 DESEMBER 2016
SURABAYA—Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jawa Timur berhasil menciptakan satu program aplikasi yang diberi nama SIAP BK. Aplikasi ini berisi sistem administrasi pelayanan bimbingan dan konseling yang akan diterapkan di madrasah-madrasah yang ada di bawah naungan Kemenag.
![]() |
| Zainal menerangkan konten aplikasi kepada Rektor UNUSA. |
Menurut Zainal Muttaqin, Ketua MGBK Kemenag Jawa Timur mengatakan, aplikasi ini awal pembuatannya telah disosialisasikan kepada seluruh guru BK yang ada di Lamongan. Karena memang aplikasi ini dibuat kawan-kawan MGBK Kemenag Kabupaten Lamongan.
“Sudah dua tahun kita uji cobakan di Lamongan. Pertama memang kita bikin konten aplikasinya dengan buku. Bisa dikatakan secara manual dulu. Setelah hafal dengan konten-konten yang biasa diisi di buku kemudian kita kembangkan menjadi aplikasi ini,” ujar Zainal setelah menjelaskan Aplikasi SIAP BK kepada Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) di Ruang Kerja Rektor, Kamis (8/12/2016).
Proses pengembangannya pun, imbuh Zainal, juga dilakukan beberapa kali sosialisasi. Sosialisasi itu dilakukan secara berkala tiap tiga bulan sekali.
![]() |
| Salah satu gambaran contoh hasil konseling menggunakan aplikasi SIAP BK. |
“Dari situ ada perbaikan-perbaikan hingga akhirnya tercipta aplikasi SIAP BK versi pertama ini,” kata Zainal yang juga sebagai guru di MAN Lamongan.
Sementara itu, Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie M.Eng mengaku, menyambut baik terciptanya aplikasi ini.
“Ada beberapa kerjasama penting terkait MGBK menggandeng UNUSA dalam launching aplikasi SIAP BK ini. Pertama UNUSA siap mengawal konten-konten yang ada di aplikasi agar sesuai peraturan menteri. Kedua UNUSA siap membantu menyosialisasikan ke madrasah baik MI, MTS, dan MAN ke Provinsi Jawa Timur. Dan ketiga tentunya UNUSA akan selalu mendampingi MGBK dalam upaya up grading aplikasi,” ujar Prof. Jazidie.
Guru besar di bidang teknik elektro ini juga memberikan apresiasi pada temuan aplikasi untuk layanan konseling MGBK Kemenag Lamongan ini.
“Ini juga pertama kalinya ada pemanfaatan teknologi untuk bidang konseling,'” katanya.
Aplikasi SIAP BK ini telah dimanfaatkan pertama kali sebagai layanan konseling berbasis teknologi di Madrasah Aliyah Negeri Lamongan. Ke depan, aplikasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas konseling yang modern dan dapat diterapkan di semua madrasah di bawah Kemenag.
“Target awalnya madrasah-madrasah yang ada di Jawa Timur. Besar harapannya bisa diterapkan juga di tingkat nasional,” tutup Zainal.
Jurnalis: Nanang WP / Editor: Satmoko / Foto: Nanang WP
