RABU, 21 DESEMBER 2016
SURABAYA — Permasalahan keterbatasan lahan dan tata kota di Surabaya, menginspirasi para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur untuk merancang berbagai desain studio untuk seorang arsitek. Sebanyak 113 rancangan desain tersebut dipamerkan di Plaza Beton Departemen Arsitektur ITS, Rabu (21/12/2016). Karya-karya yang dipamerkan itu merupakan rangkaian dari tugas akhir Mata Kuliah Desain Arsitektur.
![]() |
| Pembukaan Pameran Liman. |
Menurut Syarif Vikri, ketua panitia penyelenggara pameran bertajuk Pameran Liman ini, pameran tersebut merupakan inisiasi para mahasiswa untuk memamerkan hasil karya mereka kepada publik. Untuk tahun ini, tema yang diiangkat adalah desain studio atau tempat bekerja seorang arsitek.
Syarif menambahkan, dalam karya ini, para mahasiswa dituntut untuk mengeksplorasi lahan-lahan terbatas seperti yang ada di Kota Surabaya. “Dari lahan-lahan tersebut, kita harus berpikir bagaimana menciptakan interior dan eksterior yang tepat yang menunjang kerja seorang arsitek,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Dosen Pembimbing Mata Kuliah Desain Arsitektur, Wawan Ardiyan ST., MT., menegaskan, acara ini diselenggarakan sebagai respon para mahasiswa mengenai keterbatasan lahan dan kaitannya dengan desain tata ruang yang menjadi naungan masyarakat.
![]() |
| Suasana pameran di Gedung Plaza Beton. |
Wawan berharap, tugas akhir ini nantinya juga akan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkarya, serta mempresentasikan hasil karya mereka kepada masyarakat. “Dengan pameran ini, saya berharap gairah arsitektur akan kembali bangkit di masyarakat,” tutur Dosen Laboratorium Lansekap Departemen Arsitektur ITS ini.
Pameran yang puncaknya akan dihelat Jumat (23/12/2016) mendatang ini juga mengundang pembicara dari Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI), Yuli Kalson Sagala ST IAI. Dalam talkshow ini, Yuli akan membeberkan tips mengenai bagaimana seorang mahasiswa dapat memulai bisnis arsitektur sejak dini.
Jurnalis : Nanang WP / Editor : Koko Triarko / Foto : Nanang WP
