SELASA, 6 DESEMBER 2016
SOLO—Baru-baru ini, Satuan Narkoba Polres Klaten bersama Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Klaten, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di dalam Lapas. Enam nara pidana (napi) yang diduga kuat masuk dalam jaringan peredar narkoba di Lapas diamankan petugas.
“Mereka kita tangkap bersama barang bukti berupa narkoba jenis sabu dan pipet,” terang Kapolres Klaten AKBP Muh. Darwis, disela-sela gelar perkara, pada Selasa (6/12/16).
| Kapolres Klaten AKBP Muhamad Darwis (paling kanan) dan Kalapas Kelas II B Klaten Budi Prayitno (kiri Kapolres) menunjukkan barang bukti penyitaan narkoba. |
Mereka digrebek di Blok C 2, kamar 11 Lapas Klaten. Penangkapan 6 napi itu bermula dari informasi petugas Lapas yang mengetahui gerak-gerik mencurigakan di dalam kamar tahanan. Adapun barang bukti yang diamankan, kata Kapolres, serbuk kristal, pil warna merah dan hijau serta empat pipet alat hisap sabu-sabu.
“Petugas juga mengamankan 6 buah handphone milik tahanan,” jelasnya.
Enam napi yang kedapatan konsumsi narkoba itu di antaranya, Handono, warga Gandekan Kecamatan Jebres Solo. Wibowo, warga Jajar Kecamatan Laweyan Solo. Sasongko, warga Sobayan Kecamatan Pedan Klaten. Agung, warga Mangkubumen Kecamatan Banjarsari Solo. Tri Cahyono, warga Jagalan Kecamatan Jebres Solo, dan Arda Prasetyo, warga Stabelan Kecamatan Banjarsari Solo.
“Mereka saat ditangkap statusnya masih menjadi warga binaan. Kami masih mengembangkan kasus peredaran narkoba di Lapas tersebut,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Klaten, Budi Prayitno menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi adanya temuan napi yang mengkomsumsi narkoba di dalam tahanan. Pihaknya juga tak segan menindak tegas jika ada oknum petugas Lapas yang terlibat dalam jaringan narkoba.
“Tahun ini sudah ada satu pengawai Lapas yang diproses hukum karena terlibat kasus narkoba. Kami akan tingkatkan pengawasan termasuk meminta peran serta masyarakat dalam mengawasi maupun menanggulangi peredaran narkoba di dalam Lapas,” pungkasnya.
Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid