Iban Medah Siap Kirim 25 Ribu Bibit Ubi Ungu ke Manggarai Barat

SELASA 13 DESEMBER 2016

LABUAN BAJO – Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah dalam waktu dekat akan mengirim 25 ribu bibit ubi ungu untuk dikembangkan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat. 
Ibrahim Agustinus Medah sedang membeikan ubi ungu secara simbolis kepada wakil bupati Manggarai Barat drh.Maria Geong.
Demikian disampaikan Iban sapaannya menjawab permintaan Wakil Bupati Manggarai Barat drh. Maria Geong ketika berbicara dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Manggarai Barat di Sabtu (10/12/2016).
Dalam rilis yang diterima Cendana News dikatakan Wabup Maria Geong saat itu mengaku kagum dengan program penngembangan ubi ungu yang sedang dilakukan oleh Partai Golkar di Provinsi NTT.
“Kami siap bersama Golkar dan masyarakat Manggarai Barat mengembangkan ubi ungu karena kandungan antioksidan yang tinggi sangat bermanfaat bagi kesehatan. Juga memiliki prosepk ekonomi yang bagus. Kami harapkan agar lebih banyak lagi bibit ubi ungu didatangkan ke Manggarai Barat untuk kami kembangkan,” ujar Wakil Bupati perempuan pertama di NTT ini.
Menurut Maria, ubi ungu bisa dijadikan aneka kuliner yang bermanfaat. Bisa saja diproduksi kripik ubi ungu dengan merek ubi ungu Labajo, juga bisa untuk kue-kue serta untuk pakan ternak.
Iban  mengatakan, pihaknya menyediakan 50 juta bibit ubi ungu yang dibagi gratis kepada masyarakat di seluruh NTT. Target yang akan dicapai dalam mengembangkan ubi ungu yakni membantu masyarakat memenuhi ketahanan pangan.
Selain itu lanjutnya, menjadikan ubi ungu sebagai bahan utama pakan ternak serta menjadikan ubi ungu sebagai bahan dasar lahirnya industri rumahan di masyarakat dalam bentuk kripik, aneka kue, tepung dan sebagainya yang mudah dijual.
“Jika ketiga target diatas sudah terpenuhi dan masih tetap terjadi over produksi di masyarakat maka kita akan bertanggungjawab membeli seluruh hasil ubi ungu dari masyarakat karena jangka panjangnya akan dibangun industri pengolahan pakan ternak dengan bahan dasar ubi ungu di NTT,” katanya.
Iban menambahkan, untuk membantu memandu masyarakat menjadikan ubi ungu ini mempunya nilai uang, maka setiap bulan pihaknya mengeluarkan brosur yang menjelaskan tentang bagaimana memanfaatkan ubi ungu. Saat ini kata dia, di setiap kabupaten di NTT pihaknya menyiapkan pusat pembibitan untuk memudahkan pendistribusian bibit ubi ungu kepada masyarakat.
“Bagi masyarakat NTT yang ingin juga mengembangkan ubi ungu dan mendapatkan bibitnya, diwajibkan untuk menyiapkan lubang penanaman di tanah dengan ukuran diameter 30 sentimeter, kedalaman lubang 40 sentimeter dan jarak antar lubang 40-50 sentimeter dan alangkah baiknya dimulai dari pekarangan rumah kita,” pungkasnya.
Ibrahim Agustinus Medah (kanan) bersama Ir. Zeth Malelak di Kebun embibitan Ubi Ungu di Desa Noelbaki Kabupaten Kupang.
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...