Deputi DBP3N Kemenpar RI: Destinasi Mandalika NTB sebagai Bali Baru

JUMAT, 16 DESEMBER 2016

JAKARTA — Nusa Tenggara Barat atau dikenal dengan NTB, memiliki Mandalika sebagai kawasan resort kelas dunia yang ditetapkan sebagai satu dari 10 destinasi prioritas atau Bali Baru yang akan menarik kunjungan wisman dan wisnus. Dengan kata lain, peluncuran kalender wisata Lombok-Sumbawa 2017 merupakan upaya untuk mempromosikan destinasi Mandalika, demikian kata Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (DBP3N Kemenpar), mengawali pidato pembukaan peluncuran Calender of event Lombok-Sumbawa 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar RI), Kamis malam (15/12/2016).

Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran
Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (DBP3N
Kemenpar RI).

Dalam kesempatan peluncuran kalender wisata tersebut, Deputi BP3N Kemenpar, Esthy Reko Astuty juga memberikan apresiasi atas inisiatif peluncuran Calender of Event Lombok-Sumbawa 2017 yang menurutnya dilakukan pada saat dan waktu yang tepat. Karena tahun sebelumnya (2015), dunia pariwisata NTB memperoleh penghargaan sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan The World’s Best Halal Honeymoon Destination. Dilanjutkan pada 2016 kembali NTB mendapat penghargaan sebagai World’s Best Halal Beach Resort (Novotel Lombok Resort & Villas Lombok), World’s Best Halal Tourism Website (www.wonderfullomboksumbawa.com) serta World’s Best Halal Honeymoon Destination (Sembalun Village Region Lombok).

“Tampil sebagai pionir wisata halal sangat luar biasa bagi NTB dan untuk ke depannya diharapkan NTB bisa lebih baik lagi atau menyempurnakan semua pencapaian yang didapatkan sebelumnya,” demikian Esthy Reko Astuty mengakhiri pidatonya.

Esthy Reko Astuty (berjilbab) membuka secara resmi Launching Calender of Event Lombok-Sumbawa 2017.

Menanggapi apresiasi Deputi Esthy dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal tidak mau jumawa atau terbawa pujian terlalu dalam. Artinya, pencapaian yang diperoleh sektor pariwisata NTB akan dijawab dirinya beserta jajaran di belakangnya dengan mensukseskan Calender of Event Lombok-Sumbawa 2017 sebaik-baiknya.

“Potensi alam NTB seperti keindahan alam bawah laut, pantai, gunung, hutan, keragaman hayati serta potensi budaya yang ada di NTB telah menempatkan provinsi ini sebagai penyaing kuat atas destinasi wisata lain di tanah air,” kata Faozal.

Tari tradisional khas Samawa NTB.

Apa yang dikatakan Mohammad Faozal tentang mengemukanya NTB sebagai salah satu kompetitor kuat penyumbang devisa dari sektor pariwisata bagi negara untuk ke depannya cukup beralasan. Lombok Sumbawa memiliki kekayaan budaya unik dan heterogen berupa suku, bahasa, tradisi, dan adat istiadat seperti Bali, Sasak, Samawa dan Mbojo. Perpaduan antara keempatnya pasti sanggup membawa NTB terbang tinggi dalam persaingan destinasi wisata di Indonesia bahkan sampai tingkat internasional.

Acara launching Calender of Event Lombok-Sumbawa 2017 dihadiri pejabat di lingkungan Kemenpar RI, DPR dari Dapil NTB, tokoh masyarakat NTB, Bupati dan Wali Kota se-NTB, Industri pariwisata serta perwakilan masyarakat NTB se-Jabodetabek. Acara yang diselingi tari-tari tradisional khas Lombok, Sasak dan Bali ini juga diikuti kegiatan para pelaku bisnis (industri) pariwisata NTB untuk menggelar table top dengan industri pariwisata DKI Jakarta.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...