SELASA, 20 DESEMBER 2016
LAMPUNG — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Lampung kembali terjadi dalam dua hari terakhir dengan kondisi berangin dan disertai hujan ringan. Akibatnya, sebagian pohon yang ada di dekat perumahan warga roboh dan menimpa bangunan. Pohon tumbang yang berakibat satu buah kandang ternak kambing milik warga tertimpa pohon juga menimpa bangunan rumah milik Tantio (30), warga Dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Tantio mengungkapkan, angin kencang disertai hujan ringan terjadi sejak Senin sore (19/12/2016) hingga Selasa dini hari (20/12/2016), mengakibatkan satu buah pohon nangka tumbang, dan sebagian pohon bayur pun ikut roboh.
![]() |
| Pohon tumbang akibat angin kencang putuskan jaringan listrik. |
Beruntung, ungkap Tantio, akibat kejadian tersebut, empat ekor kambing miliknya tidak ikut tertimpa reruntuhan genteng yang menimpa kandang kambing tersebut. Angin kencang yang masih terus terjadi mengakibatkan beberapa ranting pohon juga menimpa beberapa rumah warga lain di dusun tersebut terutama dahan-dahan pohon yang mudah patah di antaranya pohon medang, bayur, dan nangka. Tak ingin kejadian terulang kembali, Tantio segera memanggil penyedia jasa gergaji mesin untuk memotong sebagian pohon yang ada di sekitar rumah.
“Kandang serta rumah tertimpa pohon dini hari, namun baru kami singkirkan pagi hari, karena malam hari kondisi angin kencang masih terjadi dan terpaksa beberapa pohon lain harus ditebang,” ungkap Tantio, saat ditemui Cendana News. Ia sedang memperbaiki kandang kambing miliknya, akibat tertimpa pohon bayur, Selasa (20/12/2016).
![]() |
| Kandang kambing milik Tantio yang rusak akibat tertimpa pohon. |
Tantio mengungkapkan, kondisi cuaca angin kencang juga sebelumnya mengakibatkan ternak milik Legimin (45) warga setempat, tertimpa pohon bayur dan mati. Sebagian warga terpaksa ikut melakukan pemangkasan terhadap beberapa pohon yang berpotensi roboh selama angin kencang masih berlangsung yang berasal dari Teluk Lampung. Tantio mengakui, akibat tertimpa pohon tersebut, sebagian genteng rumah hancur, kayu reng, dan kaso patah sehingga terpaksa diganti dengan yang baru dan diperbaiki dengan cara bergotong royong.
Angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Lampung juga berakibat sebagian papan reklame milik perusahaan rokok di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) roboh. Beruntung, saat kejadian tersebut, tidak ada kendaraan yang melintas.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, Denny Yusuf, saat dikonfirmasi mengungkapkan, cuaca ekstrem melanda wilayah Lampung sejak awal Desember. Namun, ia mengakui, kondisi serupa berpotensi terjadi hingga akhir tahun dan mengimbau masyarakat untuk waspada terutama yang memiliki pohon di sekitar bangunan rumah.
![]() |
| Sebagian pohon yang roboh telah disingkirkan warga. |
“Kami sudah selalu ingatkan dan imbau masyarakat untuk memangkas pohon yang ada di sekitar rumah karena sebagian pohon tersebut berpotensi roboh,” ungkap Denny Yusuf.
Untuk antisipasi bencana angin puting beliung yang kerap melanda sebagian wilayah Kecamatan Sragi dan Kecamatan Ketapang, Denny Yusuf mengungkapkan, petugas BPBD telah menyiagakan peralatan, sekaligus guna penanganan beberapa kecamatan. Peralatan gergaji mesin bahkan telah disiapkan untuk digunakan memangkas pohon roboh yang menimpa rumah warga dan juga tumbang di jalan. Dua pekan sebelumnya, kondisi cuaca ekstrem angin kencang mengakibatkan putusnya pasokan arus listrik PLN di sejumlah kantor pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan. Robohnya pohon yang menimpa jaringan listrik berimbas terputusnya aliran listrik selama satu hari di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendidikan setempat. Cuaca ekstrem dengan angin kencang yang melanda wilayah daratan juga berpengaruh terhadap aktivitas nelayan di perairan Teluk Lampung dan Kalianda. Angin kencang yang melanda perairan mengakibatkan sebagian nelayan memilih tidak melaut akibat gelombang tinggi. Kondisi nelayan yang tak melaut terutama nelayan kecil dan hanya nelayan dengan perahu di atas 30 GT mengakibatkan harga ikan naik di sejumlah tempat pelelangan ikan.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

