RABU, 14 DESEMBER 2016
SURABAYA — Hari ini, Rabu (14/12/2016) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengadakan seminar SINERGI yang berlangsung di Auditorium Sinar Mas, Departemen Teknik Industri, ITS, yang digawangi tiga departemen sekaligus, yakni Teknik Industri, Manajemen Bisnis, dan D3 Teknik Kimia ITS. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat (abmas) yang dilakukan ITS untuk ambil bagian dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jawa Timur. Seminar ini mempertemukan para pelaku UKM dengan tiga pihak strategis, yakni akademisi, pebisnis, dan pemerintah. Dalam kegiatan ini, para pelaku UKM diberi kesempatan untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi sebagai bahan diskusi.
| Wakil Rektor IV ITS, Prof. Dr. Ketut Buda Artana, ST., M.Sc menjelaskan penyuluhan terhadap UKM penting dilakukan agar UKM dapat berjalan dengan lebih baik lagi ke depannya. |
Wakil Rektor IV ITS, Prof. Dr. Ketut Buda Artana, ST., M.Sc mengatakan, penyuluhan terhadap UKM seperti yang dilakukan dalam seminar SINERGI ini sangat penting untuk terus dilakukan dan ditindaklanjuti. Hal ini agar UKM yang ada di Indonesia dapat berjalan dengan lebih baik lagi ke depannya.
“UKM telah menjadi tulang punggung bagi perekonomian di Indonesia. Berdasarkan diskusi yang dilakukan pemerintah Jawa Timur, 45 persen PAD (Pendapatan Asli Daerah) Jawa Timur berasal dari UKM. Hal ini menunjukkan betapa krusial peran UKM bagi perekonomian bangsa ini,” ujar Ketut saat memberi sambutan.
Harapannya, ilmu para akademisi, pengalaman kerja para pebisnis serta kebijakan pemerintah mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dikeluhkan para pelaku UKM tersebut. Pengabdian masyarakat yang dilakukan ITS ini juga melibatkan mahasiswa. Pengabdian yang dilakukan mahasiswa berupa pembuatan alat otomasi yang akan dipamerkan dalam kegiatan tahunan Industrial Design and Exhibition (IDE) yang dihelat Departemen Desain Produk Industri ITS. Alat otomasi adalah alat yang dapat melakukan pekerjaan tertentu secara otomatis. Alat yang dibuat mahasiswa ini ke depannya akan direalisasikan untuk dapat digunakan bagi pelaku UKM.
Proyek alat otomasi ini, khususnya akan didistribusikan kepada pelaku UKM di Surabaya dengan bahan baku tempe, UKM di Malang dengan bahan baku kelapa, UKM di Kediri dengan bahan baku nanas, dan UKM di Jombang dengan bahan baku tebu.
“Tentu saja proses produksi yang dilakukan secara otomatis dapat membantu meningkatkan produktivitas produk UKM dengan berkurangnya lead time yang harus dikeluarkan apabila proses dilakukan secara manual,” jelas guru besar Teknik Kelautan ini.
Hal ini, lanjut Ketut, diharapkan dapat membantu memajukan UKM yang menjadi objek pengamatan pada proyek ini. Dan program ini dapat berjalan beriringan dengan program Bank Indonesia yaitu Egolator Bisnis Pesantren berbasis Syariah. Rangkaian acara SINERGI ini ditutup dengan presentasi alat otomatis yang telah dibuat mahasiswa. Dijadwalkan dalam waktu dekat, alat-alat yang berhasil dioperasikan akan didistribusikan kepada UKM-UKM di daerah yang telah ditetapkan sebelumnya.
Jurnalis: Nanang WP / Editor: Satmoko / Foto: Humas ITS