Abah Anton Sebut Rusunawa Upaya Penyelesaian Rumah Kumuh

RABU, 14 DESEMBER 2016

MALANG — Besarnya arus urbanisasi yang masuk ke kota Malang ditengarai merupakan salah satu penyebab banyaknya rumah kumuh yang bermunculan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota, Mochammad Anton saat meresmikan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Buring II, Rabu (14/12/2016).
Bangunan Rusunawa Buring II yang baru diresmikan
“Besarnya arus urbanisasi dan semakin pesatnya perkembangan kota Malang nampaknya juga membawa persoalan tersendiri bagi kita sebagai pemerintah karena semakin banyak rumah kumuh yang bermunculan,” ujarnya.
Disebutkan, di bantaran rel kereta api, bantaran sungai, ruang kosong yang kini banyak ditempati rumah-rumah tidak permanen yang justru menimbulkan kesan kumuh. Salah satu solusi untuk sedikit menyelesaikan permasalahan rumah kumuh yakni dengan membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). 
“Dengan membangun Rusunawa memang belum bisa memberikan penyelesaian secara menyeluruh, namun paling tidak bisa sedikit mengurangi rumah kumuh yang ada di kota Malang,” terangnya.
Ia berharap agar masyarakat yang beruntung menempati Rusunawa bisa memanfaatkan sebaiknya dalam artian tidak mengontrakkan jatah yang ia dapat dan malah kembali ke rumah kumuhnya yang ada di bantaran sungai.
“Permasalahan yang sering terjadi pada masyarakat yang mendapatkan Rusunawa yaitu mereka biasanya justru menjual atau mengontrakkan kamar di rusunawa kepada orang lain, sedangkan mereka kembali lagi ke rumah semula,” ungkap pria yang juga akrab disapa Abah Anton tersebut.
Wali Kota Malang, Mochammad Anton
Atau bisa juga sebaliknya, rumah mereka yang berada di bantaran sungai tersebut di regenerasi kepada keluarganya yang lain. Jadi mereka tinggal di Rusunawa, sedangkan keluarganya yang lain di minta menempati rumah yang ada di bantaran sungai.
“Kalau masalah ini sampai terjadi, sama saja bohong. Usaha pemerintah untuk mengatasi permasalahan rumah kumuh dan mengembalikan fungsi Ruang Terbuka Hijau juga akan percuma,” ucapnya.
Oleh karena itu kami sangat berharap agar permasalahan-permasalahan tersebut tidak sampai terjadi di rusunawa yang ada di kota Malang.

Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq

Lihat juga...