JUMAT, 23 DESEMBER 2016
SURABAYA — Dalam upaya menjaga keamanan dan kondusifitas perayaan malam Natal dan pergantian tahun baru di Kota Surabaya, telah disiapkan 1887 personel keamanan terdiri dari personel gabungan antara POLRI, TNI, Ormas dan petugas keamanan lainnya dari lingkungan Pemerintah Kota.
![]() |
| Apel siaga pengamanan malam Natal dan tahun baru di Surabaya. |
Hal itu dikatakan Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal, kepada awak media, usai melakukan apel koordinasi personel yang dilakukan di Taman Surya Surabaya, Jumat (23/12/2016).
“Kami optimalkan untuk melakukan pengamanan malam Natal dan malam pergantian tahun. Kami mendirikan pos pengamanan di beberapa titik yang sudah dianalisis dan itu adalah titik yang strategis di seluruh Kota Surabaya,” terangnya.
![]() |
| Kapolresta Surabaya, Kombes Pol M. Iqbal saat memberikan arahan. |
Khusus untuk Malam Misa dalam perayaan Natal, sambung Iqbal, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengurus 361 Gereja yang ada di Kota Surabaya. “Prinsipnya kami ingin pemberdayaan masyarakat yang dikedepankan, walaupun POLRI dan TNI juga di depan untuk melakukan pengamanan, baik itu preventif maupun penegakkan hukum secara tegas,” tambahnya.
Disebutkan, pengamanan bukan hanya di lokasi-lokasi ibadah, tetapi juga dilakukan di obyek-obyek wisata dan pusat-pusat perbelanjaan dan tempat-tempat lainnya. “Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya ingin mengajak masyarakat semua lapisan, bukan hanya yang melakukan ibadah Natal, tetapi semuanya ikut mengamankan Kota Surabaya. Setidak-tidaknya mulai mengamankan diri sendiri sampai lingkungan sekitarnya,” kata Iqbal.
Menurut Iqbal, potensi terbesar kerawanan di Kota Surabaya adalah soal kejahatan jalanan. “Walaupun kami mengantisipasi adanya kelompok-kelompok radikal yang memanfaatkan momentum malam pergantian tahun dan misa natal, tetapi kami juga sudah siap melaksanakan pengamanan terkait masalah itu. Dan, dapat saya sampaikan, hingga detik ini alhamdulillah situasi dan kondisi Kota Surabaya masih aman dan kondusif,” tandasnya.
Iqbal mengimbau, malam pergantian tahun baru tidak untuk dijadikan ajang hura-hura. “Lebih baik kita berkontemplasi, merenung, beribadah. Jadikan malam itu malam perenungan, malam berdoa untuk bertekat, bahwa tahun depan semoga bisa lebih baik lagi,” tuntasnya.
Jurnalis : Nanang WP / Editor : Koko Triarko / Foto : Nanang WP
