| aksi Forum Komunikasi Pemuda Dahor di depan kantor pemerintah kota Balikpapan |
Tren
- Enam Bulan BoP Gaza
- Tiga Setengah Abad atau Kurang, Kenapa Jadi Polemik?
- Dominasi Pengelola SPPG vs Keadilan Sosial
- KDMP: Pangan, Transmigrasi dan Daerah 3T
- MBG Watch: Platform Pengawasan Digital
- KDMP: Offtaker dan Penggilingan Padi
- MBS Yogyakarta Gelar Ta’aruf Akbar, Perkenalkan Potensi Pesantren dan Santri dari Seluruh Indonesia
- Kasus Jaksa Febri: Cukup Dua Alat Bukti atau Wajib Diperiksa?
- KDMP & Centralized Financial Reporting System
- Eks Jampidsus Febri, Cacat Kewenangan dan Sprindik Baru
RABU, 20 JULI 2016
BALIKPAPAN — Puluhan warga perwakilan orangtua siswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Dahor datangi kantor Pemerintah Kota Balikpapan, Rabu siang (20/7). Mereka menuntut agar pemerintah mengelola pendidikan khususnya dalam penerimaan pendaftaran siswa baru dengan adil.
Koordinator FKPD Heri meminta pemerintah untuk segera membangun fasilitas sekolah baru agar dapat menampung siswa yang tidak berhasil masuk disekolah Negeri. Hal itu berdasarkan dana pengelolaan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBD kota.
“Harus ada fasilitas sekolah baru yang dibangun tahun depan, agar siswa dapat tertampung di negeri. Kita juga menuntut pemerintah kota untuk transparan dalam pengelolaan anggaran pendidikan yang 20%. Bahwa 600 miliar anggaran itu harusnya mampu menciptakan pendidikan yang berkualitas. Jumlah sekolah ruang kelas harusnya cukup dengan anggaran seperti itu,” terangnya usai melakukan aksi.
Selain itu, pihaknya menilai pengelolaan pendidikan yang ada dikota Balikpapan tidak adil dan bahkan cenderung pilih kasih. Hal tersebutlah yang membuat dirinya bersama warga menginginkan kebijakan yang adil untuk mereka yang merasa didiskriminasi dari proses pendaftaran penerimaan siswa baru.
Pada kesempatan itu, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Ida Prahastuty mengatakan agar masyarakat mengerti dengan keterbatasan anggaran yang dialami kota Balikpapan.
“Keterbatasan anggaran yang membuat kondisinya seperti ini. Dan masyarakat juga harus bisa memahami ini,” ujarnya.(Ferry Cahyanti)
Lihat juga...