Masyarakat Inginkan Tambahan Dermaga di Pulau Kaya Oksigen

RABU, 20 JULI 2016
SUMENEP — Keberadaan dermaga di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang hingga kini masih satu rupanya menjadi keluhan masyarakat daerah setempat. Pasalnya tempat sandar perahu tersebut dinilai masih minim, mengingat banyak perahu yang beroperasi di daerah tersebut. Sehingga mereka menginginkan ada tambahan dermaga lebih banyak, agar perahu yang hendak menaik turunkan penumpang mudah memiliki tempat sandar.
Suasana perahu angkutan penumpang sedang hendak bersandar di dermaga Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep.
Meskipun pulau sudah memiliki potensi oksigen cukup tinggi hingga saat ini masih memiliki satu dermaga terletak di Desa Banra’as yang merupakan bagian utara. Padahal daerah itu memiliki dua desa yang terletak dibagian wilayah selatan, yaitu Desa Bancamara. Namun di wilayah selatan rupanya belum tersedia dermaga, hanya saja tangkis yang juga di fungsikan sebagai tempat sandar perahu.
“Kalau menegenai pelabuhan di pulau ini saya kira memang kurang sekali, jadi kalau bisa ditambah, karena disini ada dua desa, sehingga membutuhkan dermaga yang lebih banyak lagi. Sebab sampai sekarang masih satu dan panjangnya juga kurang,” kata Kahor (42), salah seorang warga Banra’as, Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Rabu (20/7/2016).
Disebutkan, bahwa masyarakat hanya bisa berharap kedepan ada penambahan dermaga di daerah pulau yang memiliki kandungan kadar oksigen tertinggi nomer dua di dunia, sehingga tidak lagi kerepotan ketika para perahu pengangkut penumpang hendak sandar ke pinggir pantai. Karena selama ini ketika air laut sedang surut para pemilik perahu tidak bisa menambatkan perahunya ke pinggir pantai.
“Jadi minimal kalau di pulau ini ada dua pelabuhan, sehingga perahu yang keluar masuk angkut penumpang maupun barang lebih mudah. Maka jika nanti ada tambahan juga dapat mempermudah akses masyarakat ketika hendak naik perahu,” jelasnya.
Selama belasan tahun sarana dan prasarana dermaga yang tersedia di daerah tersebut hanya satu, itupun panjangnya hanya sekitar 100 meter. Para pemilik perahu menilai dermaga tersebut kurang panjang, karena di sekitar dermaga banyak batu karang. Akibatnya mereka yang ingin menyandarkan perahu merasa kesulitan dan khawatir nyangkut di batu karang. (M. Fahrul)
Lihat juga...