Tren
- Serangan AS‑Israel ke Iran Perspektif Hukum Internasional
- Zakat Instrumen Keadilan Sosial
- Kontrak Sosial dalam Islam
- Korporasi Transmigran dan Defisit Kedelai
- Antek Asing vs Resiprositas
- Pola Kritik Era Prabowo
- Ekonomi Ramadhan
- BEM dan Mental Inlander
- LPDP Prioritas Aktivis
- Ekonomi Pancasila dan Implementasinya
RABU, 20 JULI 2016
JAKARTA — Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya mendakwa Jessica Kumala Wongso dengan dugaan telah melakukan pembunuhan berencana terhadap seorang korban yang bernama I Wayan Mirna Salihin, kali ini benar-benar “habis-habisan” dengan menghadirkan banyak saksi dalam persidangan lanjutan di Ruang Kartika 1, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2016).
Setelah Cindy Aprilia dan Maron Alex Napitupulu sempat bersaksi dan memberikan keterangan di depan Majelis Hakim dibawah sumpah menurut agama dan keyakinannya masing-masing, sekarang giliran saksi ketiga bernama Agus Triyono yang memberikan kesaksian di persidangan. Agus Triyono mengaku sudah 11 bulan bekerja sebagai Runner atau bagian pelayanan minuman dan makanan di Kafe Olivier, Jakarta Pusat.
Agus menceritakan awalnya di disuruh oleh Supervisornya untuk mengantarkan pesanan beberapa minuman yang sebelumnya telah dipesan oleh salah satu pengunjung Kafe Oliver yang kemudian diketahui bernama Jessica Kumala Wongso, salah satunya adalah Es Kopi Vietnam/Vietnamese Ice Coffe.
Tak lama kemudian Agus datang dengan membawa beberapa minuman pesanan Jessica, pada saat Agus hendak menuang minuman kopi ke dalam gelas, tiba-tiba Jessica bertanya kepadanya apa jenis kopi yang akan dituang ke dalam gelas. Agus kemudian menjawab pertanyaan Jessica bahwa kopi yang dia tuang adalah jenis Robusta dengan karakter sedikit strong/kuat.
“Kopi ini jenisnya Robusta, dengan karakter bawaannya memang sedikit kuat, kalau misalnya menurut ibu (Jessica) rasanya masih terlalu pahit, tinggal bilang saja ke bagian Server, supaya nantinya ditambahin lagi susunya, saat saya tanya ada lagi sekiranya yang perlu dibantu, Jessica hanya diam saja” demikian dikatakan Agus Triyono saat memberikan kesaksian dan keterangan di PN Jakarta Pusat, Rabu sore (20/7/2016).
Tak lama kemudian, Agus mengaku sempat melihat ada yang aneh dalam Es Kopi Vietnam yang beberapa saat yang lalu dia tuangkan ke dalam gelas di meja nomor 54 yang ditempati oleh Jessica, Agus kemudian sempat berbisik kepada seorang temannya, coba perhatikan kok warna kopinya berubah menjadi kekuning-kuningan, apa orang yang baru saja meminum kopi di Tabel 54 (Wayan Mirna Salihin) tersebut dicampur dengan kunyit ya, sahutnya sambil bercanda dengan seorang temannya.
Namun tak lama kemudian, Wayan Mirna Salihin atau orang yang dimaksud Agus baru saja meminum Vietnamese Ice Coffe tersebut kemudian tampak terlihat lemas, pucat, kejang-kejang dan pingsan, Agus mengaku menyaksikan saat Wayan Mirna sempat dibaringkan di lantai dekat dengan meja nomor 54 untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Karena masih belum sadar, Wayan Mirna kemudian diangkat dan didudukkan di atas kursi roda, setelah itu Wayan Mirna sempat mendapatkan bantuan pertolongan pernafasan dengan tabung oksigen di sebuah klinik yang tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Karena kondisinya semakin kritis, akhirnya Wayan Mirna dipindahkan ke RS. Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, namun nyawa Wayan Mirna Salihin tak dapat diselamatkan.(Eko Sulestyono)
Lihat juga...