Sambut Kedatangan Perdana KMP Umakula, Ribuan Warga Pemana Padati Dermaga

KAMIS, 9 JUNI 2016

MAUMERE — Ribuan warga pulau Pemana kecamatan Alok kabupaten Sikka memenuhi dermaga satu-satunya yang baru dioperasikan untuk menyaksikan kedatangan kapal ferry yang baru pertama menyinggahi pulau tersebut.

KMP Umakula Kamis (9/6/2016) melakukan pelayaran perdana menuju pulau Pemana usai Gubernur NTT, Frans Lebu Raya meresmikam pelabuhan Kewapante Maumere dan meresmikan rute pelayaran kapal motor yang dioperasikan ASDP.
Kapal ferry yang bertolak menuju pulau Pemana ini mengangkut sekitar 300 warga masyarakat yang ingin menikmati pelayaran perdana sekaligus warga pulau Pemana yang ingin kembali ke rumahnya usai berdagang dan berbelanja di kota Maumere ibukota kabupaten Sikka.
Setelah dua jam pelayaran dari dermaga Kewapante rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Sikka, Paolus Nong Susar disertai rombongan diterima secara adat di mulut dermaga oleh tokoh adat dan tokoh agama di pulau Pemana.
Dalam sambutannya wakil bupati meminta agar masyarakat menjaga fasilitas dermaga dan sarana dan pra sarana yang ada di areal tersebut. Pemda Sikka sebutnya sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat dalam menyukseskan pembangunan dermaga ferry ini.
“Dengan adanya kapal ini, arus barang dan penumpang ke kota Maumere, kabupaten Flores Timur dan kota Kupang semakin lancar dan lebih cepat,” ujarnya.
Diharapkan, dengan adanya kapal ferry bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Pemana.
Achmadi, warga Pemana yang ditemui Cendana News di dermaga Pemana mengakui dengan adanya ferry ini dirinya bisa membawa barang dagangan khususnya ikan kering lebih banyak untuk dijual ke Kupang, Ibukota NTT.
Disebutkan, Masyarakat sangat senang dengan adanya kapal ini karena warga Pemana sebagian besar pelaut dan pedagang. Warga juga bisa lebih menghemat biaya bila ingin menengok anak mereka yang berkuliah di kota Kupang.
“Tarifnya kalau bisa sama dengan kapal nelayan atau sedikit lebih murah, Kalau kapal nelayan kami berlayar 2,5 jam dengan biaya 30 ribu rupiah sekali jalan,” ungkap Achmadi.
Sementara itu, Pjs.Kepala desa Pemana Aloysius G,N Parerayang ditemui Cendana News meminta agar dinas perhubungan menambahkan rambu-rambu pelayaran dan mengeruk dasar laut yang dangkal agar saat airlaut surut kapal bisa bersandar.
“Daya angkut kapal ini besar sehingga ototmati masyarakat bisa membawa banyak barang dagangan untuk dijual ke Maumere maupun ke Larantuka dan Kupang,” papar Parera.
[Ebed De Rosary]
Lihat juga...