PBVSI Jabar Sampaikan Maaf, Tak Bisa Kirim Atlet Untuk Ajang Internasional

JUMAT, 10 JUNI 2016

BANDUNG — Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jawa Barat (Jabar) tak bisa mengirimkan beberapa atletnya, untuk mentas di kejuaraan antar klub dan mahasiswa se-Asia, Juli 2016 mendatang. Sebab saat ini sedang digodok agar bisa meraih target ‘Jabar Kahiji’ pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016.

Ketua Umun PBVSI Jabar, M.Q. Iswara membenarkan, hampir seluruh atlet di tim voli putri indoor PON XIX Jabar seharusnya ambil bagian dalam dua kejuaraan internasional setara Asia tersebut.
“Mohon maaf kepada pusat kami tidak bisa mengirimkan atlet kami,” ujar Iswara, Jumat (10/6/2016).
Panggilan kepada para atlet Jabar tersebut menyusul raihan prestasi manis, setelah membawa klubnya lolos menjadi finalis di event Proliga 2016. Namun saat ini tenaga mereka sangat dibutuhkan untuk memperkuat tim voli indoor putri PON XIX Jabar, yang notabene sebagai juara bertahan di multi event empat tahunan tersebut.  Rencananya mereka akan menjalani pemantapan di Jepang. 
“Setelah Lebaran nanti dari tanggal 15 hingga 24 Juli kita akan try out ke Jepang. Karena di sana kita punya banyak relasi untuk menjadi partner bertanding,” ungkapnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar ini berharap ke depan tak ada lagi agenda yang bentrok. Apalagi jika sampai mepet dengan gelaran olahraga yang digagas oleh pemerintah.
“Karena kalau kegiatan multi event PON ini kan kalendernya sudah pasti empat tahun sekali. Jadi kedepan saya harap tidak ada lagi kegiatan kegiatan yang berlangsung dalam waktu dekat,” harapnya.
Selain itu, ia juga tak mengharapkan ada event lokal yang digelar secara bersamaan. Kedepan, setiap Pengurus Besar (PB) cabang olahraga harus bisa menyusun agenda kegiatan dengan lebih baik.  
Memang ia tak menampik, andaikata banyak event digelar, otomatis perfoma atlet akan terjaga. Namun pada beberapa cabang olahraga, membutuhkan kerjasama tim tak sekadar keahlian individu. Jadi saat pemain membela daerahnya masing-masing untuk ajang PON kembali butuh adaptasi. Untuk mewujudkan itu, perlu fokus tak terganggu oleh agenda kegiatan lain.
“Saya berharap nanti ke depan PB cabor (cabang olahraga) itu bisa menyesuaikan schedule kegiatan,” pungkasnya.(Rianto Nudiansyah)
Lihat juga...