RABU, 11 MEI 2016
BANDUNG—Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) digelar serentak sejak Senin (9/5/2016) hingga Kamis (12/5/2016). Diikuti pula oleh siswa-siswi berkebutuhan khusus yang berada di Sekolah Luar Biasa Negeri A (SLBNA) Kota Bandung, Jalan Pajajaran, Kota Kembang.

Terhitung hanya tujuh siswa yang mengikuti UN di sekolah ini. Di hari ketiga, pada Rabu (11/5/2016), mereka tampak fokus mengerjakan sekitar 50 soal pelajaran Bahasa Inggris, dengan durasi pengerjaan selama dua jam, dimulai pukul 07.30 hingga 09.30. Tampak pula dua petugas dari sekolah lain yang memantau jalannya UN.
Ketua Pelaksana UN SLBNA Kota Bandung, Tarman mengklaim pelaksaanaan ujian di sekolahnya berjalan dengan kondusif. Dimana tak ada sedikit pun kendala termasuk pendistribusian soal.
“Ketika hari Senin dimulai UN, pengawas dan soal juga berjalan lancar. Semoga sampai hari terakhir besok (Kamis) lancar-lancar saja,” ujar Tarman di lokasi.
Alat bantu reglet dan pen pun tampak digunakan oleh siswa berkebutuhan khusus ini guna mengerjakan soal. Dia berharap tujuh siswanya yang menjalani UN, tak ada yang harus mengulang di tahun depan. Jika bisa lulus 100 persen, dia mengaku akan merasa bangga. Sebab bisa mencetak murid yang berprestasi adalah keinginan setiap guru juga pihak sekolah pada umumnya.
“Kita sebagai guru harus optimis dan bisa lulus 100 persen. Artinya pendidikan selama tiga tahun ini, ada hasil nyata,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu murid kelas 6 SLBNA Kota Bandung, Fitri Badroh berharap bisa lulus di UN 2016 ini. Dia tak memungkiri tidak terlalu kesulitan untuk mengerjakan setiap soal di hari pertama hingga ketiga pelaksanaan UN ini. Siswi yang mengaku gemar pelajaran Matematika ini berharap bisa membanggakan orang tua, guru dan sekolah. Artinya dia ingin lulus dengan hasil yang memuaskan.
“Alhamdulillah, barusan sih lancar mengerjakannya. Ada beberapa yang sedikit sulit, tapi saya bisa mengerjakannya,” ujar Fitri. (Rianto Nudiansyah)