RABU, 11 MEI 2016
BALI—Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) STIKOM Bali atau lebih dikenal dengan sebutan STIKOM Bali terus meningkatkan kualitasnya. Untuk memenuhi standar pendidikan dan berangkat dari kebutuhan masyarakat, STIKOM Bali tengah meningkatkan level pendidikannya.
![]() |
| Prof Dr I Made Bandem |
Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti yang menaungi STIKOM Bali, Prof Dr I Made Bandem, MA mengatakan, guna memenuhi permintaan masyarakat, pihaknya sudah mengajukan permohonan ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk perubahan lembaga dari sekolah tinggi menjadi institut.
Pengajuan itu juga dalam rangka Technology for All. Jika perubahan itu disetujui, nantinya tak hanya soal teknologi komputerisasi belaka, namun juga akan mencakup ilmu pendidikan di bidang bisnis dan seni budaya.
“Kami memperluas program studi, tak hanya ICT tapi juga bisnis dan seni,” kata Prof Bandem, Rabu 11 Mei 2016.
Jika disetujui pula, nama STIKOM Bali akan berganti nama menjadi Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali.
“Kalau disingkat menjadi ITB STIKOM Bali,” tutur Prof Bandem.
Sementara itu, Ketua STIKOM Bali, Dadang Hermawan menuturkan, kepercayaan masyarakat sudah begitu melekat dengan Branding STIKOM Bali sehingga menjadi jaminan begitu seorang alumni masuk di dunia kerja. Apalagi, dengan semua program studi terakreditasi B dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dan mendapat ranking terbaik ketiga tingkat nasional khusus perguruan tinggi bidang ICT sesuai Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No: No. 492.a/M/Kp/VIII/2015 tanggal 14 Agustus 2015 tentang Klasifikasi dan Pemeringkatan Perguruan Tinggi di Indonesia Tahun 2015, menjadikan STIKOM Bali perguruan Tinggi ICT terbaik di wilayah Jawa Timur hingga Indonesia Timur.
“Dengan demikian kualitas alumni STIKOM Bali tidak diragukan lagi,” tegas Dadang. (Bobby Andalan)