Tiga Tahun Terakhir Produksi Padi di Kalimantan Timur Terus Menurun

RABU, 11 MEI 2016

BALIKPAPAN — Produksi Padi Provinsi Kalimantan Timur dalam tiga tahun terakhir terus mengalami penurunan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim M Habibullah menuturkan penurunan terjadi karena menurunnya luas panen dan produktivitas setiap hektarnya. 
Panen padi di Balikpapan tahun 2015
“Bukan hanya produktivitas yang turun, musim kemarau yang berkepanjangan juga salah satu sebab turunnya produksi gabah kering giling,” paparnya Rabu (10/5/2016).
Ia menyebutkan sejak tahun 2013 luas panen terus mengalami penurunan, dimana pada tahun itu ada 102,912 hektar (ha) kemudian tahun 2014 turun menjadi 100,262 ha.
“Penurunan produksi padi terbesar terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Berau. Kabupaten Mahakam Ulu ada peningkatan produksi padi cukup besar,” kata Habibullah.
Berdasarkan catatan BPS Provinsi Kaltim di tahun 2013, produksi padi mencapai 439.439 ton gabah kering giling, sementara tahun 2014 sebanyak 426.567 ton dan 408.782 ton ditahun 2015.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pembangunan ekonomi khususnya pada sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kaltim Ibrahim mengungkapkan pembangunan pertanian diantaranya pengembangan Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) untuk kegiatan pertanian tanaman pangan.
“Kondisi kemarau membuat petani padi merubah ritme tanam. Dan ini mulai terjadi sejak tahun 2015,” tambahnya.
[Ferry Cahyanti]
Lihat juga...