RABU, 11 MEI 2016
BANDUNG — Sudah satu pekan, Yani seekor Gajah betina di Kebun Binatang Bandung terbujur lemas. Belum diketahui secara pasti apa penyakit yang diderita gajah asal lampung ini. Yani kini berusia 34 tahun, bisa saja karena faktor usia yang cenderung tua, mengingat fungsinya yang memang sebagai gajah tunggang.

Meski demikian, Yayasan Marga Satwa Taman Sari selaku pengelola Kebun Binatang Bandung tak menampik pihaknya sudah tak memiliki dokter tetap sejak satu tahun ini.
“Memang kami akui bahwa sudah hampir kurang lebih satu tahun ini dokter tetap di sini mengundurkan diri, kami tidak bisa untuk menahan mereka,” ujar Humas Kebun Binatang Bandung, Sudaryo di Jalan Tamansari, Kota Kembang, Rabu (11/5/2016).
Sejauh ini, Sudaryo mengaku kesulitan untuk merekrut dokter. Sebab yang dibutuhkan oleh pihaknya adalah dokter yang paham untuk menangulangi satwa liar
“Silahkan tanya kepada perhimpunan dokter hewan se-Indonesia bahwa tidak gampang mencari dokter khsusus satwa liar,” katanya.
Kini gajah malang tersebut hanya ditangani oleh dua orang pawang juga Kepala Bidang Satwa. Namun tetap saja yang lebih berkompeten untuk mengetahui penyakitnya adalah seorang dokter. Disamping itu, pihaknya pun terus melakukan komunikasi dengan seorang ahli gajah di Lampung. Sementara ini, pengobatan Yani mengacu pada petunjuk darinya.
“Saya tidak bisa memprediksi mati dan hidup, manusia saja kan mahluk hidup ada yang berkuasa. Tapi pengelola tetap berbuat yang terbaik walaupun tidak ada dokter yang tetap,” paparnya.
Sudaryo meminta kondisi yang dialami satu dari empat ekor gajah yang ada di Kebun Binatang Bandung ini tak perlu dibesar-besarkan. Sebab, bugar atau tidaknya setiap mahluk pasti sudah ada yang mengatur. Bagitu pula seandainya Yani harus meregang nyawa. Setidaknya, pihak pengelola sudah melakukan yang terbaik untuk mengupayakan kesehatan gajah tersebut.
“Yang namanya satwa sakit dimana-manapun pasti ada yah, yang jelas bahwa kami ini tidak seperti kebun binatang yang pengurusnya bermasalah,” tukasnya.
Bertepatan dengan itu, kondisi Yani juga mendapat perhatian secara langsung dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil sengaja mendatangi tempat gajah tersebut terkulai lemas.
Emil (sapaan Ridwan Kamil) mengatakan, tanah Kebun Binatang Bandung ini merupakan milik Pemkot, namun dikelola oleh pihak swasta. Demikian pihaknya tak punya celah hukum untuk memperbaiki salah satu sarana publik di Kota Kembang ini.
Tahun 2013 lalu, orang nomor satu di Kota Bandung ini pernah memanggil pengelola, guna menawarkan Kebun Binatang ini agar naik kelas. Hal tersebut merupakan masukan juga dari warga, yang menginginkan Kebun Binatang Bandung menjadi lebih profesional.
“Kalau memang ada ketidaksanggupan dari sisi anggaran ya membuka diri saja terhadap bantuan dan investasi dari luar. Kan yang ingin kita hadirkan adalah tempat yang baik tidak hanya bagi pengunjung juga buat binatangnya,” tutur Emil.

Dia akan kembali menawarkan kembali, agar Kebun Binatang Bandung menjadi kawasan profesional. Acuannya seperti Taman Safari Indonesia, di Bogor, Jawa Barat.
“Jadi saya menawarkan jaringan itu, tinggal mau apa tidak,” tukasnya.
[Rianto Nudiansyah]