Lobster Pedas Manis Sajian Kuliner Khas Pesisir Selat Sunda

SABTU, 30 APRIL 2016

LAMPUNG — Menikmati keindahan pantai dengan cara melakukan aktifitas memancing dan menjala ikan di sekitar Tanjung Tua, Desa Bakauheni. Kecamatan Bakauheni, merupakan aktifitas pilihan di akhir pekan. 

Selain pantai Tanjung Tua, lokasi batu Alif Desa Kelawi merupakan pilihan akhir pekan untuk aktifitas berburu ikan dengan memancing atau menyelam untuk memperoleh ikan karang serta kepiting dan lobster. Ikan yang hidup di sela sela karang dengan cara ditangkap menggunakan bubu selanjutnya dipelihara di dalam keramba diantaranya Kakap merah, lobster, kerapu yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Salah satu pencari lobster di wilayah pantai Kelawi, Hidayat (36) mengaku,  mencari lobster dengan cara memasang perangkap terbuat dari kawat serta terkadang menggunakan tombak ikan. Udang jenis lobster, ikan kerapu yang telah ditangkap selanjutnya dikumpulkan di dalam keramba serta bubu yang berada di dekat rumahnya. Selanjutnya ikan dan udang yang masih hidup dan dipelihara selama beberapa waktu, lalu dikirimkan ke sejumlah restoran penyaji olahan ikan laut.

“Kalau ikan dan udang lobster yang sudah kami tangkap belum siap jual, kami besarkan terlebih dahulu di keramba, sementara yang kami tangkap menggunakan tombak kami olah untuk dimakan bersama keluarga,” ungkap Hidayat saat dijumpai Cendana News di kampung nelayan Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Sabtu (30/4/2016).

Hidayat mengaku mencari lobster sebagai pekerjaan sampingan dan menawarkan kepada wisatawan yang menginap di villa yang terdapat di pantai Minangruah. Permintaan dari pemilik villa,  biasanya meningkat saat liburan akhir pekan,  terutama jenis ikan kakap merah, kerapu dan lobster. Sementara ikan jenis lain yang diolah dengan cara dibakar,  bisa diperoleh dari nelayan setempat yang memiliki kelompok nelayan pengurus alat tangkap set net.

Sang isteri, Aminah, mengaku memiliki warung sederhana di sekitar pantai dan pada saat musim liburan diminta oleh para wisatawan untuk mengolah ikan yang dibeli dari nelayan. Selain itu sajian khas di warung pinggir pantai yang dimiliki Aminah diantaranya Lobster pedas manis. Pemilik warung tersebut mengaku tak selalu menyediakan lobster, karena proses mencari yang cukup sulit dan harganya cukup mahal, selain itu pembeli yang akan menikmati harus melakukan pemesanan beberapa hari sebelumnya sehingga pada saat wisatawan datang olahan lobster bisa tersedia.

“Memang selalu ada, namun biasanya sudah dipesan oleh restoran dan jenis ikan lain tetap selalu ada, tapi kalau wisatawan yang akan menginap di sekitar pantai ini harus memesan terlebih dahulu, apalagi ini jenis lobster tangkapan,” ungkap Aminah.

Olahan lobster yang dibuat oleh Aminah pada hari ini merupakan pesanan sebuah keluarga yang berlibur di pantai tersebut hingga sepekan ke depan. Liburan akhir pekan ditambah dengan libur panjang tanggal merah membuat sejumlah penginapan berupa home stay dan villa sudah dipesan,termasuk permintaan untuk olahan lobster pedas manis bumbu mangga. Selaku pemilik warung ia kerap diminta menjadi tukang masak di villa yang ramai saat musim liburan.

Ia mengaku, terlepas dari sulitnya mencari, menyediakan daging lobster segar dengan nilai jual yang lumayan, lobster bisa dimasak dengan berbagai cara. Namun ciri khas di pantai pesisir tersebut ungkap Aminah, lobster diolah dan disajikan dalam bentuk rasa pedas manis.

Sebelum diolah menjadi lobster pedas manis, Aminah terlebih dahulu merebus lobster tersebut dengan bumbu bumbu tertentu sehingga lobster menjadi empuk. Bagi yang menyukai lobster dengan cara digoreng,  maka bisa menggorengnya menggunakan minyak goreng yang tepat panasnya.

“Kalau dimasak terlalu lama juga akan mngakibatka daging lobster menjadi alot, selain itu warna daging lobster menjadi tidak menarik,” ungkap Aminah.

Sesudah direbus atau digoreng, pemberian bumbu atau saus pedas manis perlu dipersiapkan untuk menambah lezat lobster yang sudah matang. Aminah menuturkan, kolaborasi lobster rebus atau lobster goreng menggunakan saus pedas asam manis mejadi favorit wisatawan yang ingin menyantap lobster. Sementara untuk jenis udang windu atau udang galah, biasanya cukup digoreng dengan tepung dan dipadukan dengan saos pedas manis.

Berikut bumbu bumbu untuk pelangkap lobster saus pedas yang disarankan oleh Aminah:

Sebelum disiram ke lobster yang sudah matang, siapkan bumbu bumbu diantaranya bawang putih, bawang merah, kemiri sebagai bumbu halusnya. Selanjutnya saat ditumis masukkan saus sambal dan sedikit perasan lemon atau sari jeruk nipis. Tambahkan sayuran penyedap seperti daun bawang maupun wortel untuk mempercantik tampilan dengan kesan warna hijau dan segar di dalam saus.

“Saat saus sudah matang bisa disiramkan di atas lobster rebus, goreng atau lobster dimasukkan dalam tumisan dan diaduk hingga merata selanjutnya disajikan bersama nasi hangat,”terangnya.

Meski menjadi makanan mahal dan sulit ditemui, namun jika sekali kali ingin menikmati lobster pedas manis bisa melakukan perburuan di pantai pantai di sekitar desa Kelawi, Desa Bakauheni yang berada di pinggir Selat Sunda. Habitat yang cocok untuk lobster membuat udang jenis tersebut masih bisa dijumpai oleh para nelayan penangkap lobster. 

Selain sajian lobster pedas manis sebagai sajian favorit, wisatwan yang berkunjung ke pantai  Lampung Selatan, bisa menikmati ikan segar Simba, kakap merah, tongkol yang dimasak atau cara dibakar atau dipindang.  Ikan segar itu dinikmati sambil melihat pemandangan pesisir pantai yang menghadap ke Selat Sunda. (Henk Widi)

Lihat juga...