Demi Penuhi Kebutuhan Hidup, Seorang Warga Pamekasan Mengais Gabah Sisa Hasil Panen

SABTU, 30 APRIL 2016

PAMEKASAN — Demi memenuhi kebutuhan hidup salah seorang warga bernama Sutini (40) asal Dusun Gentongan, Desa Bettet, Kecamatan Kota Pamekasan, Jawa Timur, rela menjadi pengais gabah hasil sisa panen milik petani.  Sehingga di saat musim panen padi  menjadi berkah tersendiri dalam mencari rezeki ditumpukan jerami.


Setiap hari ia mengelilingi sawah di sekitar tempat tinggalnya untuk mencari tumpukan jerami padi setelah selesai panen yang dibiarkan oleh pemiliknya, sehingga ditempat itulah ia mengumpulkan jerami yang bercampur gabah untuk dibersihkan, sehingga bulir padi yang sudah terpisah dari jerami kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumahnya.

“Saya setiap hari berkeliling sawah mencari gabah ditumpukan jerami,. Gabah itu saya pisahkan, hasilnya saya bawa pulang untuk dikeringkan,”  kata Sutini (40) salah seorang pengais gabah asal Desa Bettet, Kecamatan Kota Pamekasan, Sabtu (30/4/2016).

Disebutkan,  mengais gabah saat musim panen padi sudah lama dilakukan, karena setiap musim panen kebanyakan para petani membiarkan sisa hasil panen tercampur dengan jerami. Untuk mengambilnya tidaklah mudah, karena butuh ketelatenan dala memilah antara jerami dan bulir padi, agar bisa mendapatkan gabah sisa panen yang sudah ditinggal oleh pemiliknya. 

“Ya sebenarnya susah, apalagi tumpukan jerami itu sudah terkena hujan, karena ketika basah sangat sulit memisahkan gabah dengan jerami, butuh  kesabaran agar bisa pulang membawa gabah,” jelasnya.

Menurutnya, apabila seluruh sisa gabah yang tercampur dengan jerami terkumpul, kemudian ia memukulnya dengan gentongan agar bulir padi tersebut benar-benar bersih dari sampah jerami, sehingga ketika tiba kerumahnya hanya tinggal mengeringkan dengan dijemur panasnya terik sinar matahari.

“Kalau yang saya peroleh tidak tentu, kadang jika lagi sedang beruntung, dari pagi sampai pukul 11.00 bisa mendapat gabah sebanyak 3 Kilogram, namun sebaliknya, jika tidak beruntung terkadang setengah hari baru dapat gabah sebanyak 1 Kilogram,” paparnya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, bekerja mengais gabah dari hasil sisa panen merupakan pekerjaan alternatif dikala tidak ada pekerjaan, sehingga baginya ketika hanya berdiam diri tanpa melakukan aktifitas merasa jenuh. Makanya di saat musim panen padi,  kali ini ia memanfaatkan waktunya mencari gabah dari sisa hasil panen padi yang telah dibuang oleh pemiliknya. (M. Fahrul)

Lihat juga...