Wabup Sumenep: Cegah Peredaran Narkoba Butuh Kepedulian Bersama

RABU, 16 MARET 2016
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Fadhlan Armey/ Sumber Foto: M. Fahrul

SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengajak seluruh elemen yang ada untuk memerangi Narkoba, agar kedepan barang haram tersebut tidak sampai merambah kepada generasi penerus bangsa.
Achmad Fauzi, Wakil Bupati Kabupaten Sumenep
“Semua yang ada di Daerah ini harus memerangi narkoba, kita harus peduli dan mensosialisasikan, karena terkadang orang yang memakai Narkoba tidak tahu kalau itu berbahaya dan melanggar hukum, bahkan juga mereka dijebak untuk menggunakan barang haram tersebut,” kata Achmad Fauzi, Wakil Bupati Kabupaten Sumenep, Rabu (16/3/2016).
Disebutkan, ketika orang sudah sering memakai barang itu baru ia tahu, jika yang selama ini ia gunakan adalah Narkoba, akibatnya mereka menjadi kecanduan. Maka dari itu, dari sekarang peredaran narkoba memang harus dicegah secara bersama-sama, agar tidak semakin banyak yang menjadi korban.
“Bahkan saat sekarang, yang menjadi penyalahgunaan Narkoba adalah menengah kebawah, karena kalau menengah keatas sudah tahu dengan sanksi hukum yang ada,” jelasnya.
Dalam pencegahan, perlu adanya keterlibatan insan pers dalam melaksanakan sosialisasi yang dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat. Ketika seluruh elemen sudah peduli barang haram yang dapat merusak mental bagi generasi bangsa, akan sulit masuk dan beredar dikalangan masyarakat.
“Oleh karena, itu perlu juga wartawan mensosialisasikan bahwa Narkoba benar-benar berbahaya, sehingga bisa menjadi musuh bersama,” paparnya.
Meskipun selama ini pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya Narkoba, namun tidak kalah penting ketika seluruh elemen ikut terlibat dalam mencegahnya, sehingga kedepan peredaran barang yang sangat membahayakan tidak sampai beredar luas.
“Kalau sosialisasi tetap kita jalankan, tetapi pasti ada keterbatasan apalagi daerah pelosok, jadi kita semua harus benar konsen bagaimana Narkoba ini tidak sampai masuk ke menengah kebawah,” pungkasnya.?
Lihat juga...