Rujak Petis Khas Sumenep Masih Populer di Era Modern

SABTU, 5 MARET 2016
Jurnalis : Fahrul / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Fahrul

KULINER NUSANTARA—Menjamurnya berbagai masakan modern di Wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur rupanya tidak mempengaruhi terhadap keberadaan masakan tradisional yang ada di pedesaan, salah satunya adalah rujak petis khas daerah yang merupakan kuliner peninggalan nenek moyang rupanya tetap populer, pasalnya masakan tradisional tersebut masih banyak diminati oleh masyarakat.

Rujak petis khas Sumenep.

Rujak petis memang ada sejak zaman terdahulu, sehingga penjual yang kini masih bertahan kebanyakan warisan dari nenek moyangnya untuk tetap mempertahankan kuliner khas agar tidak mudah terkikis dengan merebaknya masakan-masakan baru. Maka alat memasak yang mereka gunakan juga tradisional agar tidak merubah rasa khas makanan khas tersebut.
“Rujak petis ini masih banyak diminati, karena kalau hari libur para pembeli yang datang bukan hanya orang pedesaan saja, tetapi masyarakat kota juga banyak yang beli kesini,” kata Masniya (41) salah seorang penjual rujak petis di Desa Sema’an, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Sabtu (5/3/2016).
Menurut dia menjelaskan, bahwa usaha yang dijalankan pada saat ini sudah turun temurun, namun meski di era modern seperti sekarang, bahan dan bumbu rujak petis tetap saja seperti zaman terdahulu, sehingga cita rasa masakan tradisional tersebut sama sekali tidak berubah. Makanya masih banyak orang yang meminati kuliner rujak petis khas daerah ini. 
“Jadi tempat meracik dan menghaluskan bumbu rujak masih menggunakan alat tradisional, bukan alat modern seperti sekarang, sehingga rasanya tetap seperti masakan terdahulu,” jelasnya saat ditemui Cendana News.
Alat tradisional cobek yang terbuat dari tanah liat dan ulekan berbahan kayu merupakan alat penghalus bumbu, seperti kacang dan petis yang dijadikan kuah rujak, setelah halus lontong yang sudah diiris dicampur dengan timun, kecamba kacang hijau beserta sayuran kemudian diatuk hingga merata, apabila bumbu sudah merata sudah siap disajikan, namun biasanya para pecinta kuliner rujak petis memadukan dengan krupuk singkong kalau dalam bahasa Madura (Kepeng) yang juga dicampur menjadi satu agar rasanya lebih nikmat.
Apabila ingin menikmati rujak petis tidak perlu mengeluarkan uang banyak, hanya cukup membawa uang Rp. 5000 sudah bisa mendapatkan satu porsi, tetapi itu harus menelusuri wilayah pedesaan agar bisa merasakan nikmatnya rujak petis yang masih tradisional.
Lihat juga...