Ibu Rumah Tangga di Sumenep Menyulap Limbah Plastik Menjadi Barang Kerajinan

SABTU, 5 MARET 2016
Jurnalis : Fahrul / Editor: Gani Khair / Sumber foto : Fahrul

SUMENEP — Keberadaan limbah plastik yang berada di sekitar tempat tinggalnya membuat kebanyakan orang tidak suka melihatnya, namun bagi salah seorang ibu rumah tangga asal Desa Campor Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, limbah bisa menjadi barang berharga, sehingga dengan bekal keterampilan yang dimiliki mampu menyulapnya menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Salah seorang ibu rumah tangga membuat kerajinan tas dari limbah plastik.

Dengan melihat banyaknya limbah plastik kemasan snack dan permen yang ada disekitar rumahnya membuat ia berfikir sambil mencari inovasi agar sampah tersebut menjadi barang berharga, sehingga ia mencoba membuat dompet dari limbah dan hasilnya cukup bagus.
“Kami hanya ingin memanfaatkan limbah plastik untuk jadi barang berharga, makanya saya mencari ide agar limbah itu tidak hanya dibuang. Pada waktu itu ide muncul ingin membuat dompet dari limbah tersebut,” Kata Zainabun (26) salah seorang pengrajin dompet dari limbah plastik, Sabtu (5/3/2016).
Menurut perempuan yang akrab dipanggil Cecek menuturkan, sebenarnya untuk membuat kerajinan dari limbah plastik tidaklah susah, hanya saja membutuhkan ketelatenan dan kesabaran agar produk yang dibuatnya bisa bagus, sebab jika ceroboh hasilnya tidak akan rapi, sehingga dompet buatan limbah tersebut terlihat jelek.
Salah seorang ibu rumah tangga membuat kerajinan tas dari limbah plastik.
“Untuk membuat kerjinan dari limbah plastik alatnya tidak perlu banyak dan mahal, cukup menggunakan gunting dan lem itu sudah bisa,” terangnya, saat ditemui Cendana News.
Meskipun ia telah mampu menyulap sampah menjadi barang berharga, dirinya masih belum memproduksi banyak, sebab untuk memasarkan produknya merasa kesulitan, sehingga hanya menunggu pesanan dari pembeli. Namun kedepan akan tetap berupaya untuk mencari peluang pasar yang lebih menjanjikan, agar mampu memproduksi secara banyak yang dapat memanfaatkan tenaga para pengangguran yang ada di desa supaya bisa mendapat penghasilkan.
“Seandainya produk yang kami buat sudah memiliki pangsa pasar jelas, kami ingin bekerja bersama para ibu rumah tangga dan pengangguran untuk ikut mengembangkan usaha itu, sehingga mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tanpa harus cari kerja ke luar daerah,” tuturnya.
Untuk saat ini kerajinan yang dibuat dari limbah plastik masih ada dua, diantaranya tas dan dompet perempuan, sebab kedua produk tersebut lumayan diminati dikalangan ibu-ibu, sehingga untuk membuat produk jenis lain masih mencara peluang pasar yang menjanjikan, agar hasil kerajinannya cepat laku. 
Ketika ingin memiliki dompet dan tas yang terbuat dari limbah plastik tidak perlu mengeluarkan uang cukup besar, hanya cukup dengan Rp. 50000 sudah bisa mendapat satu buat dompet,  ?sedangkan untuk tas harganya berkisar antara Rp. 100.000 – 200.000 itu disesuaikan dengan ukuran yang dipesan pembeli.
Lihat juga...