Dr. Subiakto: Supersemar Salah Satu Tonggak Sejarah Peradaban Bangsa

RABU, 29 MARET 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Agus Nurchaliq

MALANG — Dalam rangka peringatan 50 tahun Surat Perintah Sebelas Maret atau yang lebih dikenal dengan Supersemar, Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMAPBS) menggelar dialog dan diskusi nasional bertajuk “Implikasi Supersemar bagi Peradaban Indonesia”, di hotel UMM INN Kota Malang, Rabu (30/3/2016).
Dr. Subiakto Tjakrawerdaya

Acara yang di hadiri ratusan peserta dari mahasiswa dan masyarakat umum ini juga di hadiri adik Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto, Soebardjo.

Bertindak sebagai “keynote speaker” Dr. Subiakto Tjakrawerdaya (Mantan Menteri Ekonomi dan Koperasi). Dalam pemaparannya ia mengatakan bahwa Supersemar adalah salah satu tonggak sejarah dalam pembangunan peradaban Bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Bahkan ia juga menegaskan bahwa tidak ada kontroversi dalam Supersemar, hanya orang-orang tertentu saja yang membuatnya kontroversi.
“Ada bukti otentik berupa dokumentasi video pidato Soekarno bahwa beliau yang mengeluarkan Supersemar tersebut, bahkan beliau mengucapkan terimakasih kepada Soeharto karena telah menjalankan perintahnya tersebut dengan baik. Jadi disini intinya Pak Harto hanya menjalankan perintah dari Pak Karno,” jelasnya di depan peserta diskusi, Rabu (30/3/2016).
Menurutnya, Pak Harto merupakan sosok yang selalu loyal kepada Pak Karno, hal ini dibuktikannya juga dengan cara menjalankan perintah untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI).  

Subiakto juga mengatakan bahwa Pak Harto juga memiliki falsafah jawa yaitu “Mikul duwur mendem jero”. Disini yang dimaksud mikul duwur yaitu melanjutkan cita-cita, pandangan dan pemikiran mengenai ketatanegaraan. Untuk mewujudkan hal tersebut kemudian Pak Harto membentuk pemerintahan orde baru yang ingin mengamalkan Pancasila secara murni dan konsukuen.

“Tidak ada satu kalimat dari Undang-undang Dasar 1945 maupun Pancasila yang diubah oleh Pak Harto, tapi justru beliau amalkan melalui pembangunan nasional,”terangnya. 
Subiakto juga menganggap bahwa Pak Harto adalah anak Ideologis dari Pak Karno.

Sementara itu dalam acara 50 tahun Supersemar juga dilakukan pembacaan petisi oleh para mahasiswa penerima beasiswa Supersemar dan pemberian plakat dari adik Pak Harto, Soebardjo kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Drs.Fauzan.M.Pd.
Lihat juga...