Warga Klumprit Yogyakarta Belum Menikmati Listrik Secara Maksimal

Jaringan listrik yang dibuat warga sendiri
YOGYAKARTA — Percaya tak percaya, di zaman yang sudah semaju sekarang masih ada satu kawasan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang belum memiliki jaringan listrik sendiri. Bahkan, infrasturktur jaringan listrik berupa tiang dan kabel baru terpasang pada tahun 2014, itu pun hingga kini belum teraliri listrik.
Pedukuhan Klumprit 1, Wukirharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, masih harus menyambung listrik sendiri dari rumah tetangga di lain pedukuhan, dengan memasang kabel yang tentu bisa beresiko.
Sukiman
Sukiman, Kepala Dukuh Klumprit 1 yang ditemui Sabtu (3/10/2015) mengatakan, selama puluhan tahun sejak 1992, warga pedukuhan Klumprit 1 belum memiliki jaringan listrik sendiri. Selama ini warganya terpaksa harus menyambung dari rumah tetangga lain dusun. Meski jarak 1-3 kilometer, warga terpaksa melakukannya.
Kondisi geografi pedukuhan Klumprit yang berada di perbukitan tinggi dan jarak rumah yang berjauhan, disinyalir menjadi kendala pemasangan jaringan listrik. Sebagai solusi sementara, kata Sukiman, pemerintah melalui Dinas ESDM pernah memberi bantuan listrik tenaga surya kepada sejumlah warga Klumprit 1. Tapi, listrik tenaga surya tersebut dianggap kurang membantu karena hanya bisa untuk menyalakan lampu.
Halimah Tussa’diyah
Halimah Tussa’diyah (25), warga setempat menuturkan, listrik tenaga surya juga agak merepotkan, karena harus menggunakan accu. Selain itu, lampu yang digunakan juga lampu khusus yang hanya bisa dirangkai oleh petugas dinas terkait. “Memang, kadang ada pengecekan dari petugas, tapi ini sudah lama sekali tidak ada pengecekan. Padahal, lampu sudah lama mati juga”, katanya.
Dengan kondisi itu, warga Klumprit 1 terpaksa mengandalkan listrik yang disambung dari tetangga lain dusun. Siti mengatakan, warga secara berkelompok menyambung listrik dari rumah tetangga lain dusun dan membayar tarif sesuai besaran pemakaian listrik masing-masing. “Untuk listrik tenaga surya hampir semuanya sudah tidak dipakai. Karena, repot mengurus accu dan lampunya yang sudah mati tidak bisa beli dari toko”, ungkap Halimah.    
Perangkat desa setempat juga sudah banyak melakukan berbagai upaya dalam hal pengadaan jaringan listrik. Namun demikian, Sukiman yang menjabat Kepala Dukuh sejak tahun 2008, kini merasa agak bersyukur karena sejak tahun 2013 mulai ada anggaran pemerintah untuk pemasangan jaringan listrik. “Tahun 2014 kemarin merupakan pemasangan jaringan tahap ketiga. Namun sampai kini, dari sekian tiang listrik yang sudah dipasang di pedukuhan Klumprit 1 sejak 2014 itu, listriknya belum tersambung. Jadi, sampai sekarang kami ya masih menyambung listrik dari warga lain dusun”, jelasnya.
Ditambahkan Sukiman, pemasangan jaringan listrik pada tahun 2014 merupakan tahap terakhir. Padahal, menurutnya, masih ada 55 KK yang belum terjangkau jaringan listrik itu. Artinya, dipastikan 55 KK nanti harus menyambung listrik sendiri dari rumah tetangga. Pedukuhan Klumprit 1, kata Sukiman, terdiri dari 138 KK. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Kendati berada jauh dari pusat kota, tingkat kesejahteraan warganya relatif memadai dan niat serta minat warga untuk memasang listrik juga sangat tinggi.
SABTU, 03 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...