Kapal Ile De Re Siap Bawa Tim Perbaikan Kabel FO di Sarmi

Kapal Ile De Re yang akan melakukan perbaikan kabel Fiber Optic di Kabupaten Sarmi
JAYAPURA — Memperbaiki kabel Fiber Optik (FO) yang terputus di bawah laut Kabupaten Sarmi, PT Telkom mendatangkan Kapal Ile De Re milik Nippon Electric Corporate (NEC) Jepang.
Humas Telkom Witel Papua, Wibowo mengatakan kapal yang kini tengah berada di perian Kota Jayapura datang dari New Zeland, dengan tujuan untuk memperbaiki kabel fiber optik yang putus di Kabupaten Sarmi.
“Rencana besok, Rabu berangkat ke Kabupaten Sarmi, untuk melakukan penyambungan kabel fiber optic bawah laut disana, mudah-mudahan tidak banyak kendala yang dihadapi,” kata Wibowo, Selasa (29/09/2015).
Targetnya awal bulan mendatang pekerjaan atau perbaikan kabel fiber optic yang putus telah selesai. “Paling lambat tanggal 10 Oktober sudah bisa selesai semua, jika tidak ada halangan dalam perbaikan nanti dilapangan,” ujarnya.
Saat ini, tim Telkom dari jakarta telah tiba di Kota Jayapura untuk melihat langsung persiapan perbaikan kabel fiber optic di kabupaten Sarmi. “Kami melakukan rapat, untuk kegiatan rutin kami, jika jaringan internet sudah normal kembali,” bebernya.
Sebelumnya, kabel fiber optic terputus di bawah laut sekitaran perairan Kabupaten Sarmi, mengakibatkan hilangnya jaringan data di wilayah tersebut dan juga berdampak di Kota Jayapura.
Sementara itu, Telkomsel di Papua sendiri sebelumnya telah menyewa kapasitas data fiber optik sebesar 14 Giga Byte (Gb) untuk wilayah Kota Jayapura dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya. “Yang mengerjakan perbaikan fiber optik itu dari Telkom, kami hanya sebatas menyewanya,” kata General Manager Network Telkomsel  Jayapura, Permata Simarmata.
Hingga kini pihak Telkomsel masih menggunakan satelit, lantaran kabel fiber optik jalur kabupaten Sarmi yang masih terputus. “Kabel fiber optik ini dari Jayapura, Sarmi, Sorong, Ambon dan Makassar. Yang putus di Sarmi, jadi harus dilakukan perbaikan,”
Saat perbaikan nanti berlangsung, dikatakan Simarmata, pihaknya akan mematikan daya untuk repiter-repiter ke jalur Sarmi, yakni dari Biak dan Manokwari, Papua Barat. “Kabel bawah laut itu ada juga dayanya, karena dibawah laut ada repiter-repiter. Jadi saat diperbaikan nanti akan kami matikan service kabel laut untuk dayanya dari Biak dan Manokwari,” ujarnya.
Dua hari ini, dari informasi yang ia dapat, tim masih mengurus surat ijin kerja dan berlayar dan akan melakukan pekerjaan dari tanggal 1 hingga 10 Oktober.
“Saat ini satelit kami direct ke Jakarta, jadi dari Jayapura ke Jakarta, makanya agak lambat. Kalau gunakan fiber optik ini kan konek semua ke Makassar, jadi nanti kami butuh routing trafic lagi,” katanya.
Perbaikan yang akan dilakukan, lanjutnya, untuk menanggulangi gangguan putusnya kabel tersebut, rencana tim Telkom yang melakukan perbaikan akan memindahkan sekitar 5 kilometer dari lokasi putusnya kabel tersebut.
“Akan diperbaiki pada titik lokasi gempa yang mengakibatkan putusnya kabel tersebut, tapi akan dipindahkan sejauh 5,8 kilometer,” ujarnya.
Sekedar diketahui fiber optik bawah laut yang ada di Kabupaten Sarmi, terputus akibat gempa pada bulan April lalu. Mengakibatkan peralihan jaringan data melalui provider Telkomsel, dari kabel fiber optik ke satelit.
SELASA, 29 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...