Pertamina Pastikan Stok Bahan Bakar Minyak di Papua Aman

Aktifitas di TBBM, Kota Jayapura, Papua
  
JAYAPURA – Pertamina Marketing Operation Region VIII memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua aman. Pihak pertamina juga telah mengantisipasi kelangkaan BBM disaat bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.
Genejar Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII, Mohammad Irfan mengatakan pada H-10 pihaknya akan turunkan tim satgas, yang bertujuan untuk memantau secara harian permintaan bahan bakar di masyarakat. 
Mohammad Irfan
Dikatakan, tim satgas tersebut memastikan agar tidak terjadi kelangkaan BBM di masyarakat.
“Kemudian tim satgas akan mengkomunikasikan kepada kami. Kalau ada kelangkaan BBM. Maka kami akan tindak lanjut agar mengambil tindakan-tindakan yang tepat sehingga dapat diatasi,” kata Irfan di lokasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), di Kota Jayapura, Rabu (10/06/2015).
Menurutnya, pada H-5 hingga H-7 permintaan BBM cukup tajam, dapat mencapai 300 persen bila dibandingkan konsumsi sehari-hari. “Khusus untuk minyak tanah, bulan puasa kebutuhannya semakin banyak. Kami antisipasi demgan cara operasi pasar, untuk memastikan bahan bakar minyak tanah maupun elpiji dan Avtur terkontrol. Pertamina Marketing Operation Region VIII telah siap mengantisipasi adanya potensi kenaikan BBM yang akan terjadi di puasa dan lebaran tahun ini,” ujarnya.
Pihaknya juga akan melakukan operasi pasar dan bekerjasama dengan suana migas serta pemerintah daerah setempat. Selain itu, menurutnya, pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan suana migas, dan aparat keamanan setempat.
“Agar tidak ada upaya-upaya penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi. Stok BBM rata-rata 20 hari. Solar, Premium, Minyak Tanah dan lainnya,” katanya.
Irfan juga menambahkan, bahan bakar Avtur tahun lalu, pada H-5 naik 55 persen. Naik dari kebutuhan harian yang biasanya 500-700 KL sehari. Itu semua kemungkinan besar mungkin kebutuhan untuk penerbangan mudik. 
“Tahun ini kemungkinan besar naik. Avtur yang paling dominan naik. Walaupun ada peningkatan permintaan bbm. Semua itu kita sudah antisipasi, masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Sementara itu, Retail Fuel Marketing Manager PT Pertamina MOR VIII, Jeffri Affandi mengatakan posisi stok BBM tertanggal hari ini untuk wilayah Papua dari 10 DBBM yang ada yakni Premium total 14 hari. 
“Minyak tanah 21 hari, Solar 17 hari dan Avtur tersedia hingga 11,7 hari,” kata Jeffri.
——————————————————-
Rabu, 10 Juni 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...