Akankah Terminal Batubulan Denpasar Tinggal Sejarah?

Terminal Batubulan Denpasar
DENPASAR – Menyediakan layanan transportasi umum bagi masyarakat Batubulan, Gianyar dan sekitarnya sejak tahun 1985, dengan beragam rute, yaitu batubulan-karangasem, padangbai, Bangli, klungkung, Kreneng, dan Ubung. 
Namun, beberapa waktu belakangan, terminal batubulan sepi penumpang. Penyebabnya ditengarai sudah beralihnya minat masyarakat dari naik angkot atau mikrobus ke sepeda motor. Hal ini menyebabkan banyak sekali supir yang menjual mobilnya untuk berganti usaha, atau memotong mobil mereka menjadi pick-up jasa sewa angkut barang.
Hanya segelintir supir yang bertahan di terminal batubulan. Merekapun sepertinya sudah mengeluhkan keadaan ini dan akan mengikuti jejak rekan-rekannya yang lain untuk menjual mobilnya.
Nyoman Suwendra seorang supir sekaligus pemilik mikrobus jurusan padangbai pasrah dengan sepinya penumpang selama ini. 
“Kadang empat penumpang saja kita jalan, itu kalau dapat. Makanya mungkin saya mau jual mobil saja, coba beralih usaha lain,” keluh Nyoman.
Miris, mungkin itulaha kata untuk nasib angkot dan mikrobus di terminal batubulan, Gianyar. Dulu begitu ramai sampai-sampai penumpang harus berdiri didalam hingga di pintu kendaraan, sekarang berubah total. Masyarakat sekarang lebih memilih naik sepeda motor dibandingkan naik angkot.
Nyoman sujendra, pria asal karangasem yang sudah lama menetap di batubulan mengatakan ia memilih menggunakan sepeda motor untuk mempersingkat waktu perjalanan. 
“Jika menunggu angkot pasti lama. Naik sepeda motor lebih efisien waktu, dan bisa jalan kapan saja sesuka hati. Namun begitu saya berharap angkot bisa terus beroperasi, karena kasihan mereka yang tidak punya kendaraan pasti butuh kendaraan umum,” jelas Nyoman kepada CND.
Untuk Jurusan Batubulan arah Ubung, angkot-angkot disini sangat berharap kepada bongkaran penumpang dari Bus Trans Sarbagita Jurusan Nusa Dua – Batubulan. Namun begitu, tetap saja tidak maksimal, karena penumpang Trans Sarbagita juga belum terlalu banyak.
Kedepannya, para supir angkot/mikrobus di terminal batubulan mengharapkan solusi terbaik dari Pemkot Denpasar. Mereka sangat mengharapkan bantuan agar masalah ini bisa diatasi sebelum semua angkot/ mikrobus hilang dari peredaran mereka di terminal batubulan.
——————————————————-
Sabtu, 13 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...