BI Balikpapan Lawan Inflasi dengan Bibit Cabai

Bibit Cabai [Foto:CND]
CENDANANEWS (Balikpapan) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kota Balikpapan hari ini menyebar 10 ribu bibit cabai kepada masyarakat, untuk menekan inflasi yang tinggi di kota ini. Bedasarkan data Badan Pusat Statistik, komoditas cabai masuk dalam 20 komoditas penyumbang inflasi di kota ini. 
“komoditas cabai rentan terhadap cuaca, kondisi alam yang kurang baik di daerah produksi menyebabkan pasokan terganggu. Dan jika hal ini terjadi, maka harga cabai bisa menyentuh 10 ribu per kilogram,” kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Balikpapan, Suharman Tabrani, Minggu (12/4/2015).
Kota Balikpapan di Kalimantan Timur memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap daerah lain dan belum mampu menghasilkan kebutuhan pangan secara mandiri, terutama komoditas holtikultura. “Komoditas ini masih banyak disuplai dari luar pulau, seperti Jawa dan Sulawesi,” imbuh Suharman. 
Menyikapi hal ini, Bank Indonesia Balikpapan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) menyelenggarakan Festival Cabai 2015. Dalam festival ini, selain pemberian 10 ribu bibit cabai, juga diadakan pelatihan budidaya cabai organik dan pameran cabai. 
Bank Indonesia menargetkan ekspektasi masyarakat dan peningkatan hasil produksi. Untuk memudahkan monitoing hasil produksi dari bibit bibit yang telah di bagikan Suharman menjelaskan, pembagian sengaja dibagikan pada kelompok masyarakat tertentu misalnya kader PKK Kelurahan Kecamatan se-Balikpapan, siswa-siswi sekolah Adiwiyata, keluarga besar perbankan dan persatuan istri tentara. 
Pemberian bibit cabai ini diharapkan pada 3 bulan ke depan saat Bulan Ramadan dan Lebaran, sudah bisa dipanen sehingga mengurangi permintaan cabai di pasar. 
Dikesempatan yang sama Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyambut baik program ini. Ia berharap program ini bisa mengurangi ketergantungan dari daerah lain dan besarnya inflasi. “Program ini sangat luar biasa, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pasokan cabai yang selama ini datang dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi barat, Jawa,” ungkapnya. 
Pemkot, kata Rizal Effendi, akan melakukan komunikasi untuk membuka kerjasama hasil produksi pertanian kabupaten PPU, yang berpotensi dapat dikirim ke Balikpapan. 
pembagian bibit simbolis dari Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Balikpapan Suharman Tabrani kepada BMPD Balikpapan [Foto:CND]
Berdasarkan data BPS, Kota Balikpapan menjadi kota dengan laju inflasi tertinggi se-Kalimantan selama dua bulan berturut-turut. Pada Februari, tercatat inflasi Balikpapan mencapai 0,72% dengan inflasi tahun kalender mencapai 2,42%. Kelompok bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 1,103% dengan indeks kenaikan harga mencapai 5,21 persen.

———————————————————-
Minggu, 12 April 2015
Jurnalis : Ferry Cahyanti
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...