Petani Masih Menggantungkan Modal dari Pinjaman ke Rentenir

Membajak Sawah [Foto:CND]
CENDANANEWS (Lampung) – Tidak sedikit petani di Kabupaten Lampung Selatan terjerat hutang kepada pelaku peminjaman uang, pengembalian yang cukup memberatkan yang mereka sebut rentenir dalam pengelolaan lahan pertanian, salah satunya untuk pertanian jagung. Selain karena sulitnya mendapat pinjaman bank dengan persyaratan yang cukup rumit, juga dampak dari anjloknya harga jual hasil panen jagung di kabupaten setempat. 
Mukhlisin (45) seorang petani jagung di Desa Klaten Kecamatan Penengahan Lampung Selatan mengungkapkan, bahwa kondisi yang dialami para petani perlu menjadi perhatian pemerintah khususnya. Sebab, dengan mengandalkan uang pinjaman dari rentenir dalam mempertahankan usaha para petani, sama saja menjerat leher sendiri mengingat bunga pinjaman sangat besar.
”Banyaknya petani yang lebih mengutamakan rentenir karena dalam urusan peminjaman modal usaha lebih mudah dari pada melakukan pinjaman dengan bank yang persyaratannya ruwet dan sulit mendapat realisasi,” ujarnya di Lampung, Minggu (12/4/2015).
Selain meminjam dalam bentuk uang, para petani jagung juga meminjam dalm bentuk bibit dan obat obatan. Hal tersebut menurut petani lain, Kholis (34) merupakan hal yang sudah biasa dan karena keterbatasan modal membuat warga harus tetap meminjam kepada rentenir.
Ia berharap dengan kondisi itu pemerintah melalui instansi terkait diminta untuk bisa memberikan solusi dalam peran mempertahankan usaha para petani dengan bisa memberikan suntikan pinjaman dana, seperti melalui koperasi yang membidangi dalam pendanaan tersebut dengan sistem pinjaman yang lebih mudah diperoleh petani karena memang di dirikan dalam menopang kemajuan pertanian.
Selain petani jagung, petani sayuran seperti petani cabai yang ada di daerah tersebut pun mengaku masih tergantung dengan pinjaman yang dilakukan oleh rentenir. 
“Saat ini harga harga hasil pertanian murah sementara kami harus mengembalikan pinjamna. Dengan kondisi seperti itu, salah satu upaya petani mempertahankan usaha mereka yakni dengan meminjam modal kepada para rentenir,” ungkap Kholis.

———————————————————-
Minggu, 12 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...