CENDANANEWS (Malang) – Tidak hanya di depan Kantor DPRD maupun Balaikota Malang saja yang dijadikan tempat unjuk rasa bagi para Mahasiswa, tetapi unjuk rasa juga mereka gelar di acara Car Free Day di jalan Ijen. Aksi unjuk rasa ini di lakukan dengan aksi Diam oleh Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat Tertindas (SMART), Minggu (12/4/2015).
Dalam aksinya para pengunjuk rasa yang jumlahnya kurang dari 20 orang ini menggunakan berbagai atribut seperti bendera, masker, penutup wajah, topeng karakter bahkan ada juga yang menggunakan topeng bergambar Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Selain memegang poster-poster yang bertuliskan “BBM naik=Derita, Sembako mahal bikin sengsara”dan sebagainya, mereka juga nampak membagi-bagikan selebaran yang mereka beri judul “ Diam Tertindas atau Bangkit Melawan”.
Dalam selebaran tersebut, para pengunjuk rasa mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi-Jk yang tidak Pro Rakyat. Seperti kebijakan kenaikan harga BBM yang merupakan nyawa dari segala kebutuhan pokok, upah buruh yang masih rendah, lahan petani yang dirampas negara dan kaum miskin perkotaan yang rumahnya digusur untuk kepentingan pembangunan dengan alasan keindahan kota.
Tujuan aksi diam ini adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa dengan diam maka masyarakat tidak akan pernah mendapatkan apa-apa, masyarakat harus bangkit dan melawan kebijakan-kebijakan yang tidak pro Rakyat, ujar salah satu peserta aksi diam. Selain itu peserta aksi diam ini juga menuntut agar kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat segera di cabut dan diganti dengan kebijakan yang pro rakyat.
Aksi diam ini berlangsung hingga acara Car Free Day berakhir.
———————————————————-
Minggu, 12 April 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-